Warga Nusa Tenggara Barat (NTB) bersiap menyambut salah satu fenomena astronomi paling dinanti tahun 2026: Gerhana Bulan Total atau yang populer disebut Blood Moon. Peristiwa langka ini diprediksi akan mewarnai langit NTB dengan rona merah pekat pada Selasa, 3 Maret 2026, dan diperkirakan akan menjadi sorotan utama serta topik hangat di media sosial.

Fenomena Langka dan Jadwal Pengamatan

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Gerhana Bulan Total terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus. Kondisi ini menyebabkan Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti Bumi (umbra), sehingga memantulkan cahaya merah yang dramatis, menjadikannya tampak seperti ‘Bulan Darah’.

Masyarakat di wilayah Lombok dan Sumbawa dapat menyaksikan seluruh fase gerhana ini. Kontak Umbra II, atau awal fase total, akan dimulai pada pukul 19.03 WITA. Sementara itu, seluruh rangkaian fenomena gerhana diperkirakan akan berakhir pada pukul 21.17 WITA.

Tips Mengabadikan Momen Fotogenik

Momen Gerhana Bulan Total ini menawarkan kesempatan emas bagi masyarakat NTB dan wisatawan untuk mengabadikan keindahan langit. Dengan latar belakang ikonik seperti Gunung Rinjani, Pantai Senggigi, atau Bukit Merese, visual gerhana akan semakin dramatis dan memukau.

Untuk mendapatkan pengalaman pengamatan dan hasil dokumentasi terbaik, BMKG memberikan beberapa tips:

  • Pilihlah lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya, seperti area Pantai Kuta Lombok, Gili Trawangan, atau Sumbawa Besar.
  • Gunakan kamera dengan tripod atau manfaatkan fitur night mode pada ponsel Anda untuk hasil gambar yang stabil dan jelas.
  • Pastikan untuk mengarahkan pandangan ke Bulan dengan aman. Meskipun gerhana bulan aman dilihat langsung, hindari melihat langsung ke Matahari jika ada fase parsial yang terjadi bersamaan.
  • Bagikan hasil foto atau video Anda di media sosial dengan menggunakan tagar seperti #GerhanaBulanNTB, #BloodMoon2026, atau #LangitLombokSumbawa.

Peluang Promosi Pariwisata

BMKG memperkirakan fase Bulan merah darah akan berlangsung cukup lama, memberikan waktu yang memadai bagi warga dan pengunjung untuk menikmati serta mengabadikan fenomena ini tanpa memerlukan alat khusus. Lebih dari sekadar tontonan astronomi, Gerhana Bulan Total ini juga menjadi peluang besar untuk promosi pariwisata NTB.

Langit dramatis di atas Lombok dan Sumbawa akan menjadi latar belakang yang sangat Instagramable, menarik perhatian dunia. Dengan dukungan cuaca cerah dan lokasi-lokasi strategis yang tersebar di seluruh NTB, Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026 ini tidak hanya akan menjadi peristiwa astronomi yang tak terlupakan, tetapi juga momen ikonik yang dapat dibagikan secara global melalui platform media sosial.

sumber gambar: gesit.id