Gerakan Pemuda (GP) Ansor Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) meluncurkan berbagai lini usaha melalui Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) di tengah proses inaugurasi kepengurusan baru. Inovasi ini mendapat apresiasi langsung dari Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Addin Jauharudin, yang menilai langkah tersebut sebagai penggerak ekonomi daerah.

GP Ansor Sultra Gagas Unit Usaha dan Ketahanan Pangan

Peluncuran BUMA GP Ansor Sultra mencakup unit usaha di bidang travel, laundry, koperasi, hingga yayasan. Addin Jauharudin menyatakan kebanggaannya atas inisiatif yang dilakukan di awal masa kepengurusan baru ini.

“Melalui inovasi dan kreativitas sahabat-sahabat Ansor Sultra, akan menjadikan Ansor sebagai penggerak pembangunan ekonomi daerah. Dan ini sungguh luar biasa karena dilakukan saat sahabat-sahabat baru dilantik,” kata Addin dalam keterangannya, Selasa (13/1).

Selain peluncuran BUMA, Addin Jauharudin juga turut serta dalam penguatan aktivitas kader di bidang pangan. Kegiatan ini dilakukan di Kolaka, bersamaan dengan pelantikan Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kolaka, Kolaka Utara, dan Kolaka Timur.

  Petrokimia Gresik Optimistis Raih Juara Proliga 2026, Diperkuat Pelatih Asing dan Pemain Timnas

Di Kolaka, Addin bersama kader Ansor melakukan berbagai aktivitas pertanian, perkebunan, dan perikanan. Mereka menanam jagung dan durian, memanen sawi, serta melakukan pelepasan ikan nila sebagai bagian dari gerakan Patriot Ketahanan Pangan.

Menurut Addin, gerakan Patriot Ketahanan Pangan ini telah mendapatkan apresiasi dari Presiden Prabowo. Ia menekankan pentingnya implementasi konkret dari program tersebut.

“Jangan jadikan ini sebagai retorika, tapi gerakan konkret di bidang pertanian, perkebunan, dan perikanan,” tegas Addin.

Addin berharap BUMA dan Patriot Ketahanan Pangan dapat menjadi lokomotif yang terintegrasi dengan program pemerintah, mendorong keterlibatan anak muda, dan menciptakan lapangan kerja baru.

“Ini adalah percontohan kolaborasi yang saling menguntungkan semua pihak dari anak mudah hingga pemerintah, lalu tokoh masyarakat. Apalagi posisinya, berada di daerah sekitar tambang, sehingga memungkinkan menjadi rantai pasok bahan baku dan bisa menjadi penyuplai kawasan industri dan kebutuhan program MBG se Kolaka Raya,” jelasnya.

Ia juga berpesan agar warisan leluhur di Bumi Kolaka yang subur dijaga, serta organisasi dijalankan dengan kolaborasi dan budi pekerti luhur demi kemakmuran bersama. “Mari dari Bumi Kolaka yang subur ini agar dijaga warisan para leluhur, jalankan organisasi dan bangun kolaborasi dengan budi pekerti yang luhur, agar semua makmur,” tutup Addin.

  Hujan Intensitas Tinggi Picu Jalan Provinsi Brebes-Tegal Amblas, Arus Lalu Lintas Buka Tutup

Dukungan Pemerintah Daerah dan Kolaborasi Stakeholder

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, pada kesempatan yang sama menyatakan bahwa kader Ansor merupakan pemegang estafet yang memiliki peran strategis. Ia melihat unit usaha GP Ansor memiliki peluang besar dalam pembangunan daerah.

“Ansor memiliki peluang besar dalam menggerakkan ekonomi masyarakat melalui koperasi, usaha jasa, hingga sektor produktif lainnya,” ujar Andi Sumangerukka.

Sementara itu, Ketua PW GP Ansor Sultra, Saninuh Kasim, menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah. Ia menyebutkan bahwa program Patriot Ketahanan Pangan sejalan dengan fokus pemerintah saat ini.

“Saat ini pemerintah fokus pada ketahanan pangan, maka kami memiliki Patriot Ketahanan Pangan. Pemerintahan Presiden Prabowo juga sedang mengangkat derajat masyarakat bawah, dan Ansor mengambil bagian melalui pendirian Koperasi Ansor,” pungkas Saninuh Kasim.

50% LikesVS
50% Dislikes