BANJARBARU – Peringatan wafatnya ulama besar asal Kalimantan Selatan, KH Zaini Abdul Gani atau yang dikenal sebagai Guru Sekumpul, pada kalender Islam 5 Rajab diperkirakan akan dihadiri oleh tiga juta jemaah. Angka fantastis ini mencakup jemaah dari dalam maupun luar negeri.
Menyikapi potensi keramaian tersebut, Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri mengunjungi lokasi haul di Sekumpul, Martapura. Imbauan ini disampaikan untuk menghindari kemacetan parah dan menjaga keamanan di tengah kondisi cuaca buruk yang mungkin terjadi.
“Kami harap masyarakat tidak memaksakan diri datang ke lokasi haulan Sekumpul karena seperti tahun-tahun sebelumnya ada jutaan jemaah yang hadir. Masyarakat dapat mengikuti haul lewat saluran kanal YouTube milik panitia pada posko atau rest area yang disediakan. Insyaallah berkahnya sama,” papar Muhidin usai memimpin Rapat Persiapan Momen 5 Rajab 2025 (Haul) di kantor Gubernur di Banjarbaru, Kamis (18/12).
Dalam rapat yang turut dihadiri Tim Induk Panitia Haul, keluarga Guru Sekumpul, Forkopimda, dan instansi terkait, Muhidin menekankan pentingnya dukungan semua pihak untuk kelancaran kegiatan keagamaan berskala besar ini. “Ada tiga juta orang jemaah yang hadir ini memerlukan kesiapan kita agar kegiatan lancar dan aman,” tegasnya.
Persiapan dan Pembatasan Angkutan Berat
Sebagai langkah antisipasi, Muhidin telah menerbitkan Surat Edaran yang mengatur pembatasan operasional kendaraan berbadan besar. Semua angkutan berat, kecuali angkutan sembako dan bahan bakar minyak (BBM), dilarang beroperasi pada H-2 hingga H+2 pelaksanaan haul.
“Semua angkutan berat seperti alat berat maupun angkutan semen tidak beroperasi demi kelancaran haul. Angkutan sembako dan BBM pun akan diatur,” jelas Muhidin.
Haji Abdel dari Tim Induk Panitia Haul Guru Sekumpul menambahkan, pelaksanaan haul yang bertepatan dengan tanggal 5 Rajab tahun ini akan jatuh pada 28 Desember 2025. Acara puncak akan dipusatkan di Langgar Ar Raudah Sekumpul, Martapura. Tercatat, sebanyak 42.161 relawan akan membantu pelaksanaan haul, dengan 525 posko tersebar di berbagai daerah.
Rekayasa Lalu Lintas dan Fasilitas Pendukung
Kepala Polda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, menyatakan pihaknya akan mengerahkan 3.700 personel Polri ditambah 535 personel TNI untuk membantu kelancaran haul, khususnya terkait rekayasa lalu lintas.
Selain itu, Polda Kalsel juga menyiapkan fasilitas pendukung berupa 11 dapur lapangan dan enam mobil water treatment untuk menyediakan kebutuhan makan dan minum gratis bagi jemaah.
Berdasarkan evaluasi pelaksanaan haul sebelumnya, Kapolda Yudha menyoroti kemacetan parah yang kerap terjadi di sekitar lokasi haul dan jalan trans Kalimantan, bahkan hingga berhari-hari. “Terkait hal ini kita akan melakukan rekayasa lalu lintas dan kebijakan one way untuk mengurai kemacetan. Ini perlu disosialisasikan sejak awal kepada masyarakat,” kata Yudha, menekankan pentingnya sosialisasi kebijakan lalu lintas kepada masyarakat.
