Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong percepatan sertifikasi aset kelembagaan Pengurus Wilayah (PW) dan Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU Jawa Timur. Inisiatif ini merupakan hasil sinergi strategis dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur, yang diselenggarakan di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya pada Sabtu, 03 Januari 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kanwil BPN Jawa Timur Asep Heri, serta pimpinan cabang dan perwakilan Muslimat NU dari berbagai kabupaten/kota se-Jawa Timur. Khofifah mengapresiasi kehadiran Asep Heri yang tidak hanya memberikan sambutan, tetapi juga membuka ruang dialog langsung. “Hari ini Pak Kakanwil BPN hadir bukan sekadar memberikan sambutan, tetapi juga memberikan penjelasan secara langsung dan membuka ruang dialog serta tanya jawab,” ujar Khofifah.

Khofifah mengungkapkan bahwa sebagian besar aset Muslimat NU merupakan hasil perjuangan panjang para ibu-ibu di tingkat akar rumput. Mereka secara swadaya mengumpulkan iuran di setiap pengajian, melakukan tradisi jimpitan, hingga menyumbangkan hasil bumi untuk kemudian dibelikan tanah. “Selama bertahun-tahun, mereka secara swadaya mengumpulkan iuran di setiap pengajian untuk kemudiam dibelikan tanah. Juga ada tradisi jimpitan, hingga menyumbangkan hasil bumi yang berlangsung sampai sekarang,” tuturnya.

  Persik Kediri Amankan Kapten Ezra Walian hingga 2029, Perkuat Skuad Inti Jangka Panjang

Menurut Khofifah, proses pengadaan aset tersebut sarat dengan pengorbanan, sehingga rasa memiliki jamaah terhadap aset Muslimat NU sangat kuat. Oleh karena itu, kesempatan percepatan sertifikasi dari BPN Jawa Timur dinilai sebagai kabar yang sangat menggembirakan. “Maka, kesempatan dari Kanwil BPN Jatim ini sesungguhnya adalah bagai Angin Surga bagi ibu ibu Muslimat NU yang telah mengumpulkan iuran, jimpitan dan nanti asetnya bisa atas nama Muslimat, itu sesuatu sekali,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kepastian hukum atas aset tidak hanya memberikan perlindungan administratif, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap jerih payah jamaah. Dengan legalitas yang jelas, aset organisasi akan lebih aman dan terhindar dari potensi sengketa di masa depan.

Khofifah optimistis sinergi antara Muslimat NU dan Kanwil BPN Jawa Timur dapat menciptakan ketenangan bagi jamaah, sekaligus menjaga keberlanjutan aset agar tetap bermanfaat bagi generasi mendatang. “Apalagi kalau diberi deadline Januari – Maret saya lebih senang. Intinya semua ber – Fastabiqul khoirot yang tujuannya agar aset Muslimat NU menjadi aman,” ungkapnya.

  Gubernur Khofifah Tetapkan Penguatan Pelayanan Dasar Jadi Prioritas Pembangunan Jawa Timur 2026

BPN Jatim Targetkan 40.000 Sertifikat Tanah Wakaf

Di sisi lain, Kepala Kanwil BPN Provinsi Jawa Timur Asep Heri menyampaikan komitmennya untuk membantu menyelesaikan permasalahan sertifikasi aset Muslimat NU pada tahun 2026. Ia menjelaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian ATR/BPN menargetkan penerbitan 513.000 sertifikat tanah secara nasional, dengan sekitar 40.000 di antaranya diperuntukkan bagi tanah wakaf.

“Jadi kita cukup banyak melakukan sertifikasi, bukan hanya yayasan semacam ini. Tapi juga tempat ibadah berbagai agama. Nah di Muslimat ini beberapa aset pendidikan di sekolah Playgroup dan TK-nya belum bersertifikat,” jelas Asep Heri.

Aset-aset tersebut nantinya akan dipetakan ke dalam empat kluster, yakni aset dengan dokumen lengkap, dokumen tidak lengkap, tanpa dokumen, dan aset bermasalah. Keempat kluster ini akan ditangani oleh tim khusus bentukan Kanwil BPN Jawa Timur yang bekerja sama dengan berbagai pihak terkait.

Mengingat sifat keagamaan dan sosial aset-aset tersebut, Asep Heri berharap dapat melibatkan notaris serta dukungan Corporate Social Responsibility (CSR), seperti bantuan materai hingga keringanan biaya proses administrasi. “Melalui silaturahmi hari ini kita harap dapat membuat langkah-langkah strategis dalam rangka percepatan persertifikatan aset-aset Muslimat NU,” pungkasnya.

50% LikesVS
50% Dislikes