Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Rapat Pleno Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara virtual dari RSUD Karsa Husada Batu pada Sabtu, 3 Januari 2026. Rapat ini menjadi forum penting untuk menyinkronkan dan mengevaluasi kinerja tahun 2025, sekaligus menyiapkan arah pembangunan Jawa Timur di tahun 2026.

“Hari ini kita bisa menyinkronkan dan sekaligus melakukan evaluasi diperjalanan 2025 serta menyiapkan semua prediksi mitigasi serta arah pembangunan Jawa Timur di tahun 2026,” ujar Gubernur Khofifah dalam kesempatan tersebut.

Khofifah menyoroti tantangan dan kendala yang dihadapi Pemprov Jatim selama tahun 2025, khususnya terkait realisasi belanja modal. Ia menekankan perlunya introspeksi dan perbaikan internal.

“Artinya inward looking, kedalam ini apa yang kita harus berbenah, kalau outward looking bagaimana ke depan kita bisa melakukan realisasi belanja lebih signifikan dan lebih berdampak,” tambahnya.

Dirinya menegaskan pentingnya realisasi anggaran yang tidak hanya maksimal, tetapi juga signifikan dampaknya agar kebermanfaatan dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas. “Kita sesungguhnya punya kemampuan untuk melakukan realisasi lebih signifikan supaya hasilnya lebih berdampak. Berapa besar lagi manfaat yang bisa diterima oleh masyarakat,” lanjut Khofifah.

  Gus Lilur Resmi Luncurkan Kabantara Grup, Targetkan Dominasi Hegemoni Tambang Bauksit Nasional Pasca UU Minerba Baru

Ia menambahkan, “Tidak sekedar maksimal tapi signifikan dampaknya. Masyarakat harus merasakan kebermanfaatannya. Ini adalah tugas kita semua untuk berbenah kedepan.”

Dalam konteks efisiensi anggaran, Khofifah menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan penyesuaian, bukan pengurangan. “Di tengah efisiensi, bahasa Pak Wagub ini bukan pengurangan anggaran karena efisiensi tapi penyesuaian. Kita semua harus menyesuaikan,” katanya.

Proses penyesuaian ini, menurut Khofifah, dapat disinergikan melalui koordinasi maksimal dengan kementerian terkait. “Semua program pembangunan betul-betul jemput bola lebih signifikan. Harus pro aktif mengkomunikasikan antara Bupati Walikota dan Kementerian terkait,” ungkapnya.

Prioritas Pembangunan Jawa Timur 2026

Menyinggung prioritas pembangunan tahun 2026, Khofifah menyebut bahwa indikator pembangunan akan ditelaah dan diupayakan melalui berbagai program untuk mencapai target kemanfaatan yang langsung dirasakan masyarakat. Arah kebijakan pembangunan Jatim tahun 2026 akan diutamakan pada penguatan pelayanan dasar.

Penguatan pelayanan dasar ini meliputi bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan sosial. Berikut rincian program prioritas di setiap bidang:

Bidang Pendidikan (Jatim Cerdas)

  • Pemerataan dan peningkatan akses pendidikan.
  • Perluasan dan peningkatan bantuan pembiayaan serta beasiswa pendidikan tinggi.
  • Penguatan sekolah terbuka dan pesantren.
  • Peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan.
  • Penguatan dan pengembangan kurikulum pendidikan menengah kejuruan/vokasi.
  • Pengembangan sekolah berbasis boarding school.

Bidang Kesehatan (Jatim Sehat)

  • Pemerataan dan peningkatan akses layanan kesehatan.
  • Penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkeadilan.
  • Peningkatan kesejahteraan tenaga medis dan tenaga kesehatan.
  AKP Imam Mujali: "Harga Bahan Pokok di Ponorogo Stabil, Cabai Rawit Turun Signifikan"

Bidang Infrastruktur (Jatim Akses dan Jatim Lestari)

  • Percepatan pembangunan Jalan Lintas Pantai Selatan (Pansela).
  • Penguatan koordinasi dan kerja sama antarwilayah untuk pengelolaan kawasan perkotaan.
  • Pembangunan/peningkatan sarana dan prasarana kepelabuhan.

Bidang Sosial (Jatim Sejahtera)

  • Perlindungan sosial adaptif, terintegrasi, dan inklusif.
  • Peningkatan akses infrastruktur pelayanan dasar.
  • Pengembangan ekonomi lokal.

“Kita akan terus kuatkan pelayanan dasar supaya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Ini akan jadi pondasi pembangunan yang menjadi prasyarat bagi kemajuan di tahun-tahun berikutnya,” pungkas Gubernur Khofifah.

50% LikesVS
50% Dislikes