Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mengajak seluruh warga setempat untuk memperkuat solidaritas sosial dan menjaga kelestarian lingkungan. Seruan ini disampaikan Iqbal dalam momentum peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Islamic Center Mataram, Jumat (16/1/2026).

“Saya ingin menekankan satu fakta bahwa dalam Isra Mi’raj Rasulullah mendapatkan mandat salat lima waktu langsung dari Allah SWT, menerima surah Al-Fatihah dan langsung juga menerima dua ayat terakhir dari surah Al-Baqarah yang di ayat 286 sangat relevan dengan kondisi kita sekarang ini,” ucap Gubernur Iqbal.

Menurut Iqbal, peringatan Isra Mi’raj memiliki banyak hikmah yang relevan dengan kehidupan saat ini, terutama dalam menjaga solidaritas sosial dan alam. Ayat 286 Surah Al-Baqarah, kata Iqbal, mengingatkan manusia akan pentingnya solidaritas sosial dan perlindungan lingkungan di tengah berbagai musibah yang melanda Indonesia, termasuk NTB.

Ia menyoroti bencana yang tengah dihadapi sejumlah daerah di Indonesia. “Saudara-saudara kita di Sumatera Utara, Aceh dan Sumatera Barat sedang dilanda oleh bencana, kemarin saya berkeliling menjenguk melihat dan menemui saudara-saudara kita juga yang sedang dilanda bencana banjir di Sekotong Lombok Barat, semua sedang diuji dengan bencana, tapi di ayat 286, menyampaikan bahwa Allah SWT tidak akan memberikan beban lebih dari kemampuan hamba-nya untuk menanggung beban itu,” jelasnya.

  Kejati NTB Periksa Kepala SMK Terkait Dugaan Korupsi DAK Rp42 Miliar, KPK Panggil Aura Kasih, dan Harga Emas Turun Lagi

Atas musibah tersebut, Iqbal menekankan pentingnya solidaritas dari semua pihak, setidaknya dengan mengirimkan doa agar para korban diberikan kesehatan dan kekuatan dalam proses pemulihan. Hal ini bertujuan agar mereka dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Selain itu, Gubernur Iqbal juga mengingatkan bahwa bencana alam yang terjadi merupakan dampak dari tindakan yang kurang bijak terhadap lingkungan. “Mari kita saling menguatkan dan berdoa untuk pemulihan saudara-saudara kita, dan pada saat yang sama, berkomitmen untuk berbuat lebih baik dalam hubungan kita dengan lingkungan dan sesama,” pesannya.

Dirinya menegaskan bahwa solidaritas dan semangat gotong royong adalah kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan, khususnya saat bencana melanda. Kesadaran ini diharapkan menjadi pengingat bagi setiap individu akan pertanggungjawaban atas perbuatannya terhadap lingkungan dan sesama.

“Melestarikan lingkungan adalah kewajiban kita agar tidak terus menerus menghadapi bencana,” pungkasnya.

50% LikesVS
50% Dislikes