Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2026 naik sebesar 2,725 persen. Dengan kenaikan ini, UMP NTB akan mencapai Rp2.673.861, atau bertambah sekitar Rp70.930 dari UMP tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp2.602.931.
Pengumuman kenaikan UMP ini disampaikan langsung oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal di Kantor Gubernur NTB, Mataram, pada Senin (22/12/2025). Gubernur Iqbal menegaskan bahwa aspek terpenting dari penetapan besaran UMP adalah pengawasan implementasinya di lapangan.
Pengawasan Pembayaran UMP Diperkuat
“Oleh karena itu, anggaran pengawasan untuk pelaksanaan pembayaran ini sudah diperbesar. Tak ada gunanya berapa pun angkanya jika tidak dibayarkan kepada pekerja,” ujar Lalu Muhamad Iqbal melalui keterangan resminya di Mataram.
Selain memperbesar anggaran pengawasan, Pemprov NTB juga telah menyiapkan alokasi dana untuk pembayaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan bagi 13.000 pekerja. Tak hanya itu, intervensi terhadap calon pekerja dari sekolah kejuruan juga dilakukan melalui pembiayaan pelatihan bagi 1.000 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Kesepakatan mengenai besaran UMP ini, menurut Iqbal, telah disetujui dalam pertemuan tiga pihak yang melibatkan asosiasi usaha dan serikat pekerja. Pertemuan tersebut mempertimbangkan faktor kemampuan dan dinamika ekonomi daerah, sesuai dengan aturan yang berlaku serta mengakomodasi kepentingan semua pihak.
Dukungan Serikat Pekerja dan Harapan Pengusaha
Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Yustinus Habur, membenarkan bahwa masih sering terjadi pelanggaran terkait pembayaran besaran UMP. Oleh karena itu, KSPSI menyambut baik langkah Pemprov NTB.
“KSPSI mendukung langkah Pemprov untuk memperkuat pengawasan agar hak pekerja terpenuhi, karena sanksi hukumnya jelas, perdata dan pidana,” tegas Yustinus Habur.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), I Gusti Lanang Patra, menilai bahwa kesepakatan besaran UMP kali ini telah memuaskan semua pihak. Dari sisi pengusaha, Lanang Patra menyoroti pentingnya pertumbuhan ekonomi dan peluang investasi.
“Kita semua berharap agar investasi di semua sektor bisa menyerap tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi yang semakin baik di tahun depan,” kata I Gusti Lanang Patra, menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah dan pekerja untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
