Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Paciran, Lamongan, resmi memperkenalkan program Bank Sampah Ansor (BSA) pada Minggu (21/12/2025). Inisiatif ini digagas untuk menjawab persoalan sampah sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi organisasi.
Ketua PAC GP Ansor Paciran, Habib Nawawi, menyatakan bahwa program BSA akan memberikan dampak ganda. “Dengan pengelolaan sampah yang benar, kita bisa menciptakan kas yang melimpah ruah untuk menjalankan kegiatan organisasi ke depan,” ujarnya.
Program ini diharapkan mampu menggerakkan 21 ranting GP Ansor yang tersebar di 17 kelurahan/desa di Kecamatan Paciran. Saat ini, BSA telah berjalan di enam ranting dengan melibatkan 10 personel inti di tingkat PAC dan lima personel di setiap ranting sebagai eksekutor lapangan.
Habib Nawawi juga menekankan pentingnya sinergi. “Harapan saya, sahabat-sahabat yang baru dilantik tetap menjaga komunikasi dan koordinasi. Kita harus bersinergi demi kemajuan Paciran di masa depan,” tambahnya.
Menanggapi peluncuran program ini, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lamongan, Gus Syahrul Munir, menyoroti letak geografis Paciran. Kawasan industri Pantura, menurutnya, menuntut peran aktif pemuda dalam menjaga ekologi.
“Pantura ini penuh dengan industri. Amanat kita bersama adalah tentang kebersihan dan tata kelola lingkungan. Ansor sebagai garda terdepan NU harus terpanggil jiwanya dan turut andil dalam menyelesaikan persoalan sampah ini,” tegas Gus Syahrul.
Ia juga mengingatkan prinsip Al-Akhdzu bil Jadid Al-Ashlah, yaitu meneruskan prestasi yang sudah ada dan memperbaikinya dengan inovasi baru yang lebih maslahat. “Lebih baik lagi dengan terinspirasi oleh beberapa teman-teman yang sudah melakukan pemikiran, gerakan, dan lain sebagainya,” pungkasnya.
