Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan peran krusial pendidikan dalam membangun budaya dan peradaban tinggi. Penekanan ini disampaikan Haedar saat peringatan Milad ke-50 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda) pada Sabtu (31/1).

Dalam sambutannya, Haedar Nashir menyoroti tantangan budaya Indonesia yang kerap mengedepankan tradisi lisan namun kurang teliti secara intelektual, serta kecenderungan mengabaikan aturan dan manajemen waktu. Ia menekankan perlunya lembaga pendidikan, khususnya sekolah Muhammadiyah, untuk menumbuhkan budaya disiplin dan berpikir ke depan.

“Perlunya lembaga pendidikan, seperti sekolah Muhammadiyah, untuk menumbuhkan budaya disiplin dan berpikir ke depan,” kata Haedar Nashir di hadapan civitas akademika Smamda.

Peringatan Milad ke-50 Smamda diharapkan menjadi momentum penguatan mutu pendidikan Muhammadiyah dan kontribusi nyata dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Haedar menegaskan bahwa cita-cita Indonesia Emas tidak akan tercapai tanpa institusi pendidikan yang mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu, seluruh lembaga pemerintah, dari pusat hingga daerah, harus menempatkan pendidikan sebagai pilar utama pembangunan nasional.

  PT Poso Energy Bekali 191 Siswa SMA Pamona Utara Pemahaman Mendalam tentang Energi Terbarukan dan PLTA

Haedar Nashir juga menilai Smamda memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sekolah unggul. Ia menyebut, di tingkat Muhammadiyah Jawa Timur, hanya beberapa sekolah yang diproyeksikan sebagai pilot project excellent school.

“Ini sekolah yang unggul, sekolah yang bagus, dan menjadi harapan Muhammadiyah. Karena itu kami mendorong SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo masuk dalam barisan excellent school yang bisa bersaing dengan sekolah-sekolah umum lainnya, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional,” ujar Haedar.

Kepala Smamda, Zainul Arifin, menambahkan bahwa Milad ke-50 tahun ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum strategis untuk menyatukan langkah seluruh keluarga besar sekolah, termasuk para alumni lintas angkatan. Menurut Zainul, perjalanan setengah abad Smamda tidak lepas dari kontribusi para alumni yang kini berkiprah di berbagai bidang.

“Milad ke-50 ini kami jadikan ruang bersama untuk menyamakan persepsi, menyatukan visi, dan menguatkan komitmen antara sekolah, guru, orang tua, serta seluruh alumni Smamda agar bergerak dalam satu arah memajukan sekolah,” jelas Zainul Arifin.

  Penataan Pasar Pusat Padang Panjang Berbuah Manis, Aktivitas Perdagangan Menggeliat Jelang Lebaran

Zainul menegaskan, keterlibatan alumni sangat dibutuhkan dalam mendukung transformasi Smamda menuju sekolah unggul dan berdaya saing nasional. Kontribusi alumni, kata Zainul, tidak hanya dalam bentuk materi, tetapi juga gagasan, jejaring, serta pendampingan bagi siswa.

“Kami mengajak seluruh alumni Smamda untuk berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing, baik melalui pemikiran, pengalaman, maupun jejaring profesional. Dengan kebersamaan ini, Smamda diharapkan semakin kuat sebagai pusat pendidikan yang unggul dan berkarakter,” pungkas Zainul.

50% LikesVS
50% Dislikes