Memasuki awal tahun 2026, harga komoditas bawang dan cabai di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menunjukkan penurunan signifikan setelah sempat melonjak tajam. Kondisi ini terjadi seiring dengan normalnya pasokan kedua komoditas tersebut di pasaran.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Pekalongan, Supriono, mengonfirmasi penurunan harga ini. Menurutnya, melimpahnya pasokan dari daerah sentra produksi seperti Kabupaten Brebes, serta kondisi cuaca yang lebih mendukung, menjadi faktor utama.
“Pasokan relatif lancar dan distribusi tidak mengalami kendala sehingga harga bisa lebih terkendali. Kami akan terus melakukan pemantauan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok di pasaran,” kata Supriono pada Rabu, 7 Januari 2026.
Penurunan harga yang tercatat cukup drastis. Harga cabai rawit merah yang semula Rp68.500 per kilogram kini turun menjadi Rp50.000 per kilogram. Sementara itu, cabai keriting turun dari Rp52.000 menjadi Rp40.000 per kilogram, dan bawang merah dari Rp43.500 menjadi Rp36.000 per kilogram.
Selain bawang dan cabai, harga sejumlah kebutuhan pokok lain juga mengalami fluktuasi. Harga gula pasir stabil di Rp16.500 per kilogram, sedangkan daging sapi turun tipis dari Rp121.500 menjadi Rp120.000 per kilogram.
Supriono menambahkan bahwa pemantauan rutin terhadap perkembangan harga kebutuhan pokok di tingkat pasar menunjukkan stabilitas. “Secara umum, awal tahun 2026 harga bahan pokok cukup terkendali. Beberapa komoditas hortikultura justru mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan bulan Desember 2025,” ujarnya.
Data menunjukkan harga beras medium tetap stabil di Rp13.500 per kilogram, beras premium Rp14.900 per kilogram, dan minyak goreng curah bertahan di Rp18.000 per liter.
Namun, beberapa komoditas lain justru mengalami kenaikan. Harga minyak goreng premium naik dari Rp20.500 menjadi Rp21.000 per liter. Telur ayam juga naik dari Rp28.500 menjadi Rp29.000 per kilogram, serta daging ayam ras dari Rp39.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.
“Pasokan relatif lancar dan distribusi tidak mengalami kendala sehingga harga bisa lebih terkendali. Kami akan terus melakukan pemantauan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok di pasaran,” pungkas Supriono, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat.
