Sejumlah informasi penting mewarnai awal tahun 2026 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan kancah nasional, Jumat (2/1). Fluktuasi harga emas, dominasi Timnas Bulu Tangkis Indonesia di peringkat dunia, penyesuaian anggaran daerah, hingga kemudahan akses pupuk bersubsidi bagi petani menjadi sorotan publik.

Fluktuasi Harga Emas di Awal Tahun

Pada Jumat, 2 Januari 2026, pasar emas menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Harga emas Antam terpantau naik signifikan menjadi Rp2.504.000 per gram, mengalami kenaikan sebesar Rp3.000 dari hari sebelumnya. Kenaikan ini tercatat berdasarkan pantauan dari laman resmi Logam Mulia di Jakarta.

Sementara itu, produk emas dari jenama UBS dan Galeri24 justru menunjukkan stabilitas harga. Kedua produk tersebut kompak tidak mengalami perubahan harga pada awal tahun 2026, sebagaimana dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian di Jakarta.

Timnas Bulu Tangkis Indonesia Dominasi Peringkat Ganda Putra BWF

Kabar membanggakan datang dari dunia bulu tangkis internasional. Tim Nasional Indonesia bersama Malaysia berhasil mendominasi 20 besar peringkat dunia ganda putra Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) pada awal tahun 2026. Prestasi ini menegaskan posisi kuat kedua negara di sektor ganda putra global.

  PWNU NTB Imbau Warga Tidak Rayakan Tahun Baru 2026 Berlebihan dan Waspada Cuaca Ekstrem

Ruang Fiskal NTB Menyempit, APBD 2026 Diselaraskan

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menghadapi tantangan fiskal menjelang tahun 2026. Ruang fiskal daerah dilaporkan menyempit, yang berujung pada penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

APBD NTB yang semula diproyeksikan di kisaran Rp6,2 triliun harus disesuaikan menjadi sekitar Rp5,4 triliun. Penyesuaian ini terjadi akibat adanya pengalihan dana transfer ke daerah dari pemerintah pusat, yang berdampak pada kapasitas anggaran provinsi.

Petani NTB Nikmati Kemudahan Penebusan Pupuk Bersubsidi

Kabar baik bagi sektor pertanian di NTB. Mulai 1 Januari 2026, petani di Provinsi Nusa Tenggara Barat dapat menebus pupuk bersubsidi dengan lebih mudah. Kebijakan ini bertepatan dengan dimulainya masa pemupukan awal tahun, diharapkan dapat mendukung produktivitas pertanian.

50% LikesVS
50% Dislikes