Harga bahan pangan di Kota dan Kabupaten Kediri terpantau relatif stabil menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Kondisi ini terungkap setelah Perum BULOG Kantor Cabang Kediri bersama Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan setempat melakukan pemantauan langsung di berbagai pasar tradisional dan modern.

Pemantauan yang melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag), Kejaksaan, serta Polres ini merupakan langkah antisipatif. Tujuannya adalah menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman selama periode Nataru yang identik dengan peningkatan kebutuhan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, BULOG dan Tim Satgas Pangan memfokuskan pengecekan pada harga serta ketersediaan sejumlah komoditas strategis. Komoditas yang dipantau meliputi beras, minyak goreng, telur, daging ayam, daging sapi, cabai, bawang merah, bawang putih, hingga ikan segar. Tim juga berdialog langsung dengan pedagang, distributor, dan masyarakat untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai kondisi pasar dan kelancaran distribusi.

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa harga beras medium maupun premium masih berada sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Bahkan, beberapa jenis beras terpantau dijual di bawah HET. Untuk beras SPHP, harga berada di kisaran Rp12.000 per kilogram, sementara beras premium dijual pada rentang Rp14.500 hingga Rp15.000 per kilogram.

  17 Narapidana Kristiani di Lapas Kediri Terima Remisi Natal, Empat Belum Penuhi Syarat Administratif

BULOG Pastikan Ketersediaan dan Stabilitas Harga

Pemimpin Perum BULOG Kantor Cabang Kediri, Harisun, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di masyarakat, khususnya menjelang Nataru. Oleh karena itu, kegiatan monitoring dan pemantauan harga akan terus dilakukan secara rutin.

“Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga yang dapat mengganggu daya beli masyarakat, terutama pada momentum Natal dan Tahun Baru,” ujar Harisun.

Di sisi lain, BULOG Kediri juga terus aktif menggelontorkan beras SPHP ke pasar tradisional, ritel modern, serta berbagai saluran pengecer lainnya. Upaya ini bertujuan agar masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kemungkinan kenaikan harga beras.

“Stok beras yang kami miliki juga masih melimpah, yakni mencapai 66.662 ton dengan ketahanan stok hingga 20 bulan,” tambah Harisun.

Dengan kondisi stok yang melimpah dan upaya stabilisasi harga yang berkelanjutan, BULOG memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan di wilayah Kediri tetap terjaga. Hal ini diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi masyarakat untuk merayakan Natal dan Tahun Baru.

50% LikesVS
50% Dislikes