Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, sepanjang Minggu (4/1/2026) malam hingga Senin (5/1/2026) pagi menyebabkan banjir kembali melanda sejumlah wilayah. Ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 80 sentimeter, mengganggu aktivitas warga dan memutus akses sejumlah ruas jalan. Di sisi lain, Pemerintah Kota Semarang juga meningkatkan kesiagaan penuh menghadapi potensi banjir akibat intensitas hujan tinggi.
Pemantauan di lapangan pada Senin (5/1) menunjukkan beberapa desa di sejumlah kecamatan di Grobogan masih terendam banjir. Selain itu, hujan deras disertai angin kencang pada Minggu malam juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang, menghalangi jalan penghubung antarwilayah serta ruas jalur Semarang-Purwodadi.
Dampak Banjir di Grobogan
Di Kecamatan Klambu, banjir setinggi 30-50 sentimeter merendam ratusan rumah warga di Desa Klambu dan Desa Penganten. Sementara itu, di Kecamatan Karangrayung, luapan Sungai Cengklik mengakibatkan banjir setinggi 50-80 sentimeter di Desa Karangsono. Banjir ini juga merendam jalan penghubung Desa Karangsono–Karangrowo menuju Desa Suru di Kecamatan Geyer.
Kecamatan Toroh juga tak luput dari dampak banjir. Desa Katong terendam air setinggi 30-50 sentimeter, memaksa sekolah-sekolah diliburkan karena air masuk ke dalam ruang kelas. Luapan Sungai Serang turut menutup jalan penghubung Desa Katong (Kecamatan Toroh) menuju Desa Sedadi (Kecamatan Penawangan).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan, Wahyu Tri Dharmawanto, menjelaskan dampak lain dari cuaca ekstrem tersebut. “Selain banjir merendam sejumlah kawasan di daerah ini, pohon tumbang terjadi di Desa Jatilor dan Desa Ketitang, Kecamatan Godong menutup ruas jalan Purwodadi–Semarang,” ujarnya.
Hingga saat ini, BPBD Grobogan bersama instansi terkait masih terus melakukan pemantauan di kawasan terdampak banjir. Wahyu menambahkan bahwa belum ada tindakan evakuasi yang diperlukan. “Untuk pohon tumbang menutup jalan hingga mengganggu lalu lintas sudah kita singkirkan,” tegasnya.
Semarang Siaga Penuh Hadapi Potensi Banjir
Menanggapi intensitas hujan yang tinggi, Pemerintah Kota Semarang kembali memperketat kesiagaan terhadap bencana banjir. Sebanyak 220 pompa air telah disiagakan, terdiri dari 119 pompa tetap di rumah pompa dan 101 pompa portabel yang ditempatkan di sejumlah kawasan langganan banjir. Penambahan pompa baru juga dilakukan di Tawang Mas dan Peterongan.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menekankan pentingnya kesiapan ini. “Belajar pengalaman tahun lalu, sekarang kita siaga penuh,” kata Agustina.
Untuk mengatasi banjir di Kawasan Kaligawe, Pemkot Semarang telah melakukan pelebaran outlet hingga empat kali lipat, dari sebelumnya 10 meter menjadi 40 meter. Langkah ini diharapkan dapat mengalirkan air secara lebih optimal dan mencegah genangan parah terulang. “Kita juga melakukan pemutakhiran sistem polder, dengan mengeruk dan memperdalam puluhan ‘umpung-umpung’ (waduk mini) di kawasan Mijen,” tambah Agustina Wilujeng Pramestuti.
Selain upaya teknis, koordinasi intensif juga dilakukan dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), BPJN, Kodim, dan instansi terkait lainnya untuk memastikan respons yang terintegrasi dan cepat. Agustina Wilujeng Pramestuti juga mengajak warga Kota Semarang untuk menjadi mitra aktif dalam upaya pencegahan banjir.
