Bencana hidrometeorologi semakin mengancam wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) seiring kondisi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang terus melanda. Hingga Minggu (21/12/2025), setidaknya tiga daerah di Kalsel, yakni Kabupaten Balangan, Hulu Sungai Utara, dan Banjar, dilaporkan terendam banjir.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Gusti Yanuar Rifai, menyatakan pihaknya telah meningkatkan kewaspadaan. “Berdasarkan laporan BMKG, Kalsel saat ini sudah memasuki puncak musim penghujan di mana curah hujan tinggi lebih 100 mm terjadi di sebagian besar wilayah terutama bagian barat Kalsel. Kita telah meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi ini,” ungkap Gusti Yanuar Rifai dalam laporan kebencanaannya, Minggu (21/12/2025).

Ancaman Cuaca Buruk di Darat dan Perairan

Selain daratan, cuaca buruk juga melanda wilayah perairan Kalsel. Gelombang tinggi hingga 2,5 meter terpantau di perairan Kotabaru, Tanah Bumbu, dan Tanah Laut. Kondisi ini membuat nelayan dan pengguna jasa pelayaran diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

Sementara itu, debit air Sungai Barito juga mengalami kenaikan signifikan, mencapai 2,8 meter saat pasang, menambah potensi banjir rob di wilayah pesisir dan bantaran sungai.

  BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah hingga Minggu, Puluhan Daerah Siaga Bencana

Tiga Kabupaten Terdampak Banjir

Data dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kalsel merinci dampak banjir di beberapa wilayah:

  • Kabupaten Banjar: Banjir merendam empat desa di tiga kecamatan, yaitu Martapura Barat, Martapura Timur, dan Astambul. Tercatat 303 rumah yang dihuni 335 keluarga atau 995 jiwa terendam dengan ketinggian air antara 50 cm hingga 80 cm.
  • Kabupaten Balangan: Banjir yang sebelumnya merendam lebih dari 500 rumah di empat kecamatan kini telah surut. Namun, puluhan rumah warga di dataran rendah Desa Pimping, Kecamatan Lampihong, masih tergenang. Banjir di Balangan ini disebabkan oleh luapan Sungai Balangan.
  • Kabupaten Hulu Sungai Utara: Wilayah ini terdampak akibat luapan Sungai Balangan yang mengalir ke Sungai Nagara. Menurut Balai Wilayah Sungai III Kalimantan, Sungai Nagara dan Sungai Riam Kiwa saat ini masuk dalam kategori Bahaya (Merah). Sementara itu, sungai-sungai besar lainnya seperti Sungai Amandit, Sungai Balangan Lampihong, dan Kanal Banjir Barabai berstatus Waspada.

Banjarmasin Siaga Banjir Rob dan Genangan

Hujan deras yang terus-menerus juga menyebabkan genangan di sejumlah wilayah Kota Banjarmasin, terutama di Banjarmasin Selatan. BPBD Kota Banjarmasin telah mendirikan Posko Siaga Darurat Bencana. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi banjir rob akibat pasang Sungai Barito dan curah hujan yang tinggi.

50% LikesVS
50% Dislikes