Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu memastikan Ujian Tobo Kito (UTK) atau ujian lokal bagi siswa tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), baik negeri maupun swasta, akan kembali dilaksanakan pada tahun 2026. Ujian ini dirancang menyerupai format Ujian Nasional (UN) dan telah sukses digelar pada tahun sebelumnya.

UTK: Terobosan Pendidikan Khas Bengkulu

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bengkulu, Ilham Putra, mengungkapkan bahwa pelaksanaan UTK pada tahun 2025 telah berjalan sukses. “UTK merupakan terobosan pendidikan khas Kota Bengkulu, yang dirancang menyerupai format UN,” kata Ilham di Bengkulu pada Jumat, 23 Januari 2026.

Ilham menambahkan, Pemkot Bengkulu telah secara resmi memasukkan UTK ke dalam agenda kalender akademik tahun 2026. Langkah ini merupakan komitmen Pemkot dalam menjaga mutu pendidikan di daerah.

Tujuan dan Manfaat Ujian Lokal

Pelaksanaan UTK bertujuan untuk memetakan standar kualitas pendidikan dan mengukur sejauh mana kompetensi siswa di tingkat Kota Bengkulu secara merata. Selain itu, ujian ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi seluruh ekosistem pendidikan.

  Kapolres: "Kami All Out Ungkap Pembunuhan Pensiunan Guru di Lima Puluh Kota"

“Dengan adanya UTK diharapkan para siswa tingkat SD dan SMP memiliki motivasi belajar yang tinggi sekaligus menjadi indikator evaluasi bagi tenaga pendidik di setiap satuan pendidikan,” imbuh Ilham.

Materi pelajaran yang diujikan dalam UTK akan berpedoman pada standar nasional, dengan mengacu pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang direncanakan oleh pemerintah pusat, yaitu Matematika dan Bahasa Indonesia.

Apresiasi Prestasi dan Pelestarian Budaya

Selain sebagai alat ukur, ujian lokal ini juga berfungsi untuk mencari pelajar berprestasi di bidang akademik. Siswa dengan nilai terbaik di setiap sekolah akan diuji kembali untuk mendapatkan predikat pelajar terbaik dan akan diberikan penghargaan oleh Pemkot Bengkulu.

Sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya, Pemkot Bengkulu juga menerapkan muatan lokal bahasa daerah di tingkat SD dan SMP. Program ini bertujuan untuk melestarikan bahasa, dialek, dan budaya lokal yang telah diterapkan di beberapa sekolah di wilayah tersebut.

50% LikesVS
50% Dislikes