Manajemen Indonesia Air Transport (IAT) mengakui bahwa pesawat ATR 42-500 miliknya yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan, sempat mengalami masalah mesin sehari sebelum insiden. Pengakuan ini disampaikan di tengah upaya pencarian dan evakuasi korban yang masih berlangsung.
Direktur Operasional IAT Ungkap Masalah Mesin
Direktur Operasional Indonesia Air Transport, Capt. Edwin, dalam konferensi pers di Media Centre Bandara Sultan Hasanuddin pada Minggu (18/1), membenarkan adanya kendala pada mesin pesawat sewaan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut. “Memang ada masalah di engine kami. Tapi kami sudah perbaiki dan enggak harus kita tes,” ujarnya kepada wartawan.
Capt. Edwin menegaskan bahwa setelah perbaikan dilakukan, mesin pesawat dinyatakan berfungsi normal. Ia juga menyebut pesawat telah dinyatakan laik terbang setelah berhasil melayani rute Jakarta, Semarang, dan Yogyakarta pada hari Jumat. “Jadi semua sudah normal. Kita sudah perbaiki. Jadi, pesawat itu laik terbang,” katanya.
Meski demikian, Edwin mengaku tidak memiliki informasi detail mengenai jenis kerusakan spesifik yang terjadi pada mesin ATR 42-500 sehari sebelumnya. Ia mengalihkan penjelasan teknis lebih lanjut kepada divisi teknik perusahaan. “Nah, nanti bagian teknik itu, karena saya kan dari operasi. Jadi (bagian) teknik nanti juga ada,” seru Edwin.
Perkembangan Pencarian dan Evakuasi
Pengakuan dari manajemen IAT ini bersamaan dengan laporan terbaru dari lokasi kejadian. Tim SAR gabungan telah berhasil menemukan badan dan ekor pesawat di lereng Gunung Bulusaraung. Hingga saat ini, satu korban meninggal dunia telah ditemukan, dan proses evakuasi serta pencarian korban lainnya masih terus diupayakan oleh tim di lapangan.
