Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama Arsari Group dan Northstar Group resmi menjalin kemitraan strategis untuk memperkuat ekosistem digital Indonesia. Kolaborasi ini diwujudkan melalui pembentukan entitas baru, FiberCo Raya, yang akan mengelola aset serat optik Indosat senilai sekitar Rp14,6 triliun. Langkah ini dinilai krusial di tengah pesatnya pertumbuhan ekosistem digital dan upaya percepatan transformasi digital berkelanjutan di Tanah Air.

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengungkapkan bahwa kemitraan ini berlandaskan visi jangka panjang yang selaras. Ia menekankan pentingnya kolaborasi kuat dan ambisi jangka panjang dalam membangun infrastruktur digital nasional.

Visi Jangka Panjang dan Transformasi AI Indosat

“Melalui pendekatan yang agile dan asset-light, kemitraan dengan Arsari Group dan Northstar Group memungkinkan kami membangun platform serat optik independen bernilai tambah yang lebih tangguh dan siap menghadapi kebutuhan layanan digital masa depan,” kata Vikram Sinha dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/12/2025).

Inisiatif ini tidak hanya mendukung transformasi Indosat menuju perusahaan berbasis kecerdasan buatan (AI), tetapi juga berkontribusi pada kemajuan industri dalam menghadirkan pengalaman digital berkualitas tinggi ke seluruh penjuru negeri. FiberCo Raya diharapkan berperan sebagai pemain infrastruktur AI yang berbeda dan menjadi katalis bagi kemajuan Indonesia sebagai bangsa digital.

Vikram menjelaskan, kemitraan ini dirancang untuk memberikan manfaat nyata bagi Indonesia, Indosat beserta para pemegang sahamnya, serta FiberCo Raya sebagai entitas baru. Bagi Indonesia, langkah ini menjadi penting dalam mewujudkan ambisi digital nasional melalui peningkatan kualitas layanan telekomunikasi dan ketersediaan jaringan.

  FKA Jember: Laporan Terhadap Advokat Karuniawan Berpotensi Kriminalisasi Profesi

“Kemitraan ini bertujuan memperluas jangkauan serat optik domestik serta memperkuat tulang punggung digital nasional melalui kepemilikan bersama dan tata kelola jangka panjang. Upaya ini diharapkan dapat menopang pertumbuhan ekonomi berbasis AI, sejalan dengan visi Indonesia Emas, sekaligus memperluas konektivitas bagi masyarakat dan pelaku usaha melalui model jaringan open-access,” jelasnya.

Monetisasi Aset dan Pengembangan Jaringan 5G

Bagi Indosat dan para pemegang sahamnya, transaksi ini menghadirkan nilai strategis yang signifikan. Indosat akan mengalihkan aset serat optiknya ke FiberCo Raya dengan nilai sekitar Rp14,6 triliun. Transaksi ini memungkinkan Indosat memonetisasi aset tersebut, sekaligus mempertahankan sekitar 45 persen kepemilikan FiberCo Raya.

Langkah strategis ini dinilai penting untuk pertumbuhan bisnis Indosat di masa mendatang, dengan menggunakan dana hasil transaksi untuk pengembangan jaringan 5G serta memperkuat fondasi AI Indosat. “Langkah ini sekaligus menegaskan fokus Indosat pada bisnis intinya sebagai operator telekomunikasi terdepan yang berorientasi pada peningkatan pengalaman pelanggan dan pengembangan solusi digital yang lebih luas,” tambah Vikram Sinha.

Komitmen Arsari Group dan Peran Sektor Swasta

Di sisi lain, Deputy CEO and COO Arsari Group, Aryo P.S. Djojohadikusumo, menegaskan komitmen jangka panjang Arsari Group dalam pembangunan nasional melalui infrastruktur digital. Ia melihat kolaborasi antara Northstar, Indosat, dan Arsari Group sebagai bagian dari komitmen untuk mendorong fase pertumbuhan sektor digital di Indonesia.

  Indosat Siagakan 24.600 BTS Berteknologi AI, Jamin Koneksi Lancar di Jatim Selama Nataru 2025/2026

Menurut Aryo, infrastruktur digital akan mendukung produktivitas sektor usaha, memperluas inklusi digital, meningkatkan layanan publik, serta mendorong munculnya aktivitas ekonomi berbasis AI. “Kemitraan ini juga menandai perluasan portofolio Arsari Group ke sektor infrastruktur digital, dengan keyakinan bahwa konektivitas kini sama fundamentalnya bagi ketahanan ekonomi seperti halnya energi dan logistik fisik,” ujar Aryo.

Aryo menambahkan, kemitraan ini mencerminkan peran aktif sektor swasta dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Meskipun konektivitas telah menjadi kebutuhan esensial, kesenjangan antara wilayah perkotaan dan perdesaan masih menjadi tantangan. Partisipasi lintas pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta, menjadi kunci untuk menjembatani kesenjangan tersebut.

“Kolaborasi ini membuka ruang bagi pihak swasta untuk melengkapi upaya pemerintah dalam memperluas jangkauan serat optik, mempercepat pemerataan digital yang inklusif, serta menciptakan peluang berkelanjutan hingga ke daerah pelosok,” ungkapnya.

Operasional FiberCo Raya dan Model Open-Access

Dari sisi implementasi, FiberCo Raya akan mengoperasikan jaringan serat optik yang komprehensif dan terintegrasi sepanjang lebih dari 86 ribu kilometer. Jaringan ini mencakup backbone, kabel laut domestik, serta akses infrastruktur yang menghubungkan menara telekomunikasi dan kawasan bisnis. Dengan komposisi jaringan sekitar 45 persen di Pulau Jawa dan 55 persen di luar Jawa, platform ini memiliki peran strategis dalam mendorong konektivitas digital yang lebih merata.

  Vinanda Prameswati: "Toleransi di Kediri Sangat Kuat," Ajak Jaga Persatuan Saat Natal

Sebagai entitas independen, FiberCo Raya akan beroperasi dengan model open-access, menyediakan akses terbuka bagi berbagai penyedia layanan telekomunikasi. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan pemanfaatan infrastruktur dan mempercepat inklusi digital nasional. “Kemitraan strategis ini menandai awal kolaborasi jangka panjang antara para pihak dalam memperkuat infrastruktur digital Indonesia, memperluas akses, dan mendukung transformasi digital nasional,” ucap Aryo.

Pihak Arsari meyakini, infrastruktur serat optik menjadi fondasi utama bagi layanan digital masa depan. Pembentukan perusahaan patungan ini diharapkan dapat meningkatkan kelincahan operasional, fleksibilitas finansial, serta potensi pertumbuhan jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan, dengan tetap menjaga efisiensi biaya dan standar layanan yang tinggi. “Kami dari Arsari Group dari kolaborasi dengan Indosat Group dan Northstar Group berkomitmen untuk mendorong inklusi digital, meningkatkan kualitas layanan, serta mempercepat pengembangan ekonomi dan teknologi Indonesia melalui pembangunan infrastruktur digital kelas dunia dan kemitraan yang berkelanjutan,” tukas Aryo.

50% LikesVS
50% Dislikes