MATARAM, 19 Desember 2025 – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengumumkan peningkatan signifikan target investasi untuk tahun 2026, mencapai Rp68 triliun. Angka ini naik dari target tahun 2025 yang sebesar Rp61 triliun, dan ditetapkan berdasarkan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Irnadi Kusuma, menjelaskan bahwa penetapan target ini merupakan acuan dari pemerintah pusat. “Itu sesuai dengan RPJMN. Itulah yang dijadikan acuan pemerintah pusat dalam memberikan target investasi,” kata Irnadi pada Kamis (18/12/2025).
Irnadi menambahkan, Pemerintah Provinsi NTB secara bertahap akan mengurangi investasi di sektor pertambangan. Ke depan, fokus utama akan dialihkan ke bidang pariwisata, pertanian, dan energi terbarukan. “Ini sesuai dengan yang dicanangkan Bapak Gubernur,” ujarnya.
Sinergi Regional untuk Energi Terbarukan
Tiga sektor prioritas tersebut juga menjadi bagian dari kerja sama pengembangan dengan dua provinsi tetangga, yaitu Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Khusus di bidang energi terbarukan, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal telah mencanangkan NTB bersama NTT sebagai produsen energi untuk Bali, yang saat ini masih disuplai dari Jawa.
Langkah ini diharapkan mampu menarik minat investor untuk berinvestasi di NTB. Provinsi ini memiliki beragam potensi energi, antara lain 77 bendungan, potensi floating solar panel yang mampu menghasilkan ribuan megawatt listrik, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) darat, panas bumi (geothermal), hingga mikrohidro.
Mendorong Pariwisata dan Konektivitas
Di sektor pariwisata, NTB telah menunjukkan geliatnya dengan pembukaan sejumlah rute penerbangan baru. Rute-rute tersebut meliputi Labuan Bajo, Tambolaka, Waingapu, Malang, dan Banyuwangi, serta beberapa penerbangan internasional yang semakin memperluas jangkauan wisatawan.
Untuk meningkatkan konektivitas antar pulau-pulau kecil di NTB, pemerintah juga berencana menghadirkan seaplane atau pesawat air. Layanan ini akan menghubungkan Bandara Lombok dengan sejumlah destinasi wisata lainnya. Selain itu, pembangunan dua pelabuhan kapal cepat juga direncanakan sebagai upaya strategis untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian daerah secara keseluruhan.
NTB sebagai Lumbung Pangan Nasional
Sektor pertanian juga menjadi pilar penting dalam strategi investasi NTB. Sebagai lumbung pangan nasional, investasi di bidang ini diharapkan mampu menjaga kedaulatan pangan di masa mendatang. Irnadi mengungkapkan bahwa saat ini, investasi di NTB masih didominasi oleh penanaman modal asing (PMA), namun angkanya tidak jauh berbeda dengan penanaman modal dalam negeri (PMDN).
