PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney melalui InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) memproyeksikan lonjakan kunjungan wisatawan yang signifikan di tiga kawasan kelolaannya. Proyeksi ini berlaku untuk periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di The Mandalika, The Nusa Dua, dan The Golo Mori.
Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menegaskan bahwa pihaknya telah memastikan kesiapan operasional dan pelayanan prima di ketiga kawasan pariwisata utama tersebut. Kesiapan ini guna menyambut mobilitas tinggi wisatawan yang diperkirakan akan memadati destinasi.
Lonjakan Kunjungan dan Ragam Aktivitas
Di The Mandalika, Nusa Tenggara Barat, ITDC memprediksi jumlah kunjungan akan menembus angka 118.733 kedatangan. Lonjakan ini didorong oleh berbagai rangkaian aktivitas akhir tahun, mulai dari gala dinner, hiburan musik di hotel-hotel berbintang, hingga penampilan DJ di malam pergantian tahun.
Sementara itu, The Nusa Dua di Bali mencatatkan tren kunjungan yang konsisten dengan total 3,4 juta hingga November 2025. Kawasan ini menyiapkan festive dining, pertunjukan budaya, dan choir performance yang ramah keluarga untuk para pengunjung.
Adapun The Golo Mori di Labuan Bajo mengusung konsep liburan yang intim dan reflektif melalui program “Journey of Heartfelt Harmony”. Destinasi ini menghadirkan paket menu spesial di Nuka Beach Club serta rangkaian perayaan Natal yang hangat.
Fokus pada Manajemen Risiko dan Keamanan
Mengingat tingginya mobilitas wisatawan, Troy Warokka menekankan pentingnya pengelolaan risiko yang terukur (prudent) untuk menjaga stabilitas operasional di seluruh kawasan. Pernyataan ini disampaikan Troy pada Sabtu (20/12).
“ITDC memastikan kesiapan Nataru dikelola dalam kerangka manajemen risiko dan tata kelola yang kuat. Fokus kami adalah menjaga keselamatan pengunjung dan memastikan kelancaran operasional di tengah peningkatan aktivitas wisata,” ujar Troy.
ITDC optimis bahwa persiapan matang ini tidak hanya akan memberikan pengalaman liburan yang berkesan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun, juga akan menjadi motor penggerak ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan secara berkelanjutan.
“Pendekatan operasional yang kami terapkan bertujuan agar momentum Nataru dinikmati dengan aman, tertib, dan terkendali tanpa mengurangi kualitas pengalaman wisata sedikit pun,” pungkas Troy.
