Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Bawaslu Kabupaten Lombok Utara (KLU) menggelar program Bawaslu Mengajar di SMAN 1 Tanjung pada Kamis, 15 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai integritas dan pengawasan partisipatif, sekaligus membangun kesadaran demokrasi sejak dini bagi generasi muda calon pemilih.

Ketua Bawaslu Provinsi NTB, Itratip, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya menyampaikan pesan demokrasi langsung di ruang kelas. “Kegiatan ini kami usung dalam Program Bawaslu Mengajar di NTB untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya demokrasi bagi calon pemilih, khususnya di KLU,” ujar Itratip.

Menurut Itratip, kegiatan di SMAN 1 Tanjung ini menjadi pelaksanaan perdana setelah koordinasi antara Bawaslu KLU dan pihak sekolah. Metode pembelajaran dilakukan secara diskusi interaktif, dengan jajaran Bawaslu hadir sebagai narasumber. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman dasar demokrasi, dimensi kesejarahan pemilu, hingga nilai-nilai integritas yang diselaraskan dengan kurikulum kewarganegaraan dan sejarah.

“Pesertanya para siswa dan siswi SMAN 1 Tanjung. Mereka mengikuti kegiatan dengan khidmat, menyimak materi, dan aktif berdiskusi,” tambahnya.

  Pemkab Lombok Utara dan TNI-Polri Gelar Aksi Bersih Pantai, Wujudkan Komitmen Perangi Sampah Sesuai Arahan Presiden

Itratip juga menekankan peran penting generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi, khususnya menjelang Pemilu. Ia mengingatkan bahwa meskipun siswa belum memiliki hak pilih pada Pemilu 2024, mereka akan berhak menentukan pilihan pada Pemilu 2029. “Gunakan hak pilih dengan sebaik-baiknya. Jadilah pemilih yang cerdas dan berintegritas,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Itratip menyoroti bahaya praktik politik uang, isu SARA, politik identitas, serta politisasi aparatur negara yang kerap merusak kualitas demokrasi. “Politik uang sangat berbahaya karena memberi ruang bagi calon yang hanya bermodal uang tanpa kualitas. Jika adik-adik melihat praktik ini, ingatkan keluarga dan orang tua kita,” pesannya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Lombok Utara, Ria Sukandi, menyatakan bahwa program Bawaslu Mengajar merupakan inisiatif Bawaslu NTB yang akan dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota di NTB. “Tujuan kami hadir adalah menyampaikan nilai-nilai integritas dan semangat demokrasi kepada generasi muda,” kata Ria.

Ria menambahkan, program ini juga menjadi refleksi bahwa Indonesia, sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan India dari sisi jumlah penduduk, masih menghadapi tantangan. Berdasarkan laporan Economist Intelligence Unit (EIU), kualitas demokrasi Indonesia kerap dikategorikan sebagai flawed democracy. “Karena itu, Bawaslu terus berupaya menjalankan perannya sebagai lembaga pengawal keadilan pemilu demi menjaga keberlangsungan demokrasi di negeri ini,” tuturnya.

  Desa Wisata Senaru Lombok Utara Masuk 10 Besar Nasional, Kemenparekraf Beri Pengakuan di Akhir 2025

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 1 Tanjung, Putu Desy Wulandari, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kunjungan Bawaslu. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bawaslu yang telah berkunjung dan berbagi pengetahuan di SMAN 1 Tanjung. Semoga apa yang disampaikan bermanfaat bagi anak-anak kami,” ujarnya.

50% LikesVS
50% Dislikes