Organisasi nirlaba Aidha meluncurkan kampanye #BersamaBerdaya bertepatan dengan Hari Migran Internasional pada Kamis (18/12). Inisiatif ini dirancang untuk merayakan perjalanan inspiratif para Pekerja Migran Indonesia (PMI) sekaligus membangun wadah bagi mereka dalam berbagi strategi guna mencapai kemandirian finansial dan masa depan yang lebih mandiri.
Program #BersamaBerdaya merupakan hasil kolaborasi Aidha dengan platform community vetting Campaign for Good. Tujuannya adalah meningkatkan visibilitas kisah-kisah sukses PMI, sehingga mampu menginspirasi sesama rekan pekerja migran di berbagai negara.
Menjawab Tantangan Literasi Keuangan PMI
CEO Aidha, Jacqueline Loh, menyoroti tantangan yang kerap dihadapi pekerja migran asal Indonesia. Mereka seringkali terjepit di antara tanggung jawab keluarga di kampung halaman dan minimnya edukasi mengenai pengelolaan aset untuk jangka panjang.
“Melalui #BersamaBerdaya, Aidha membekali para peserta dengan pengetahuan praktis dan dukungan jejaring. Kami ingin mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman dan saling menyemangati,” ujar Jacqueline Loh, Kamis (18/12).
Setiap Duta Berdaya yang terpilih dalam program ini akan menerima dukungan pendanaan hingga SGD 2.500, atau sekitar Rp29 juta. Dana tersebut terdiri dari hibah tambahan sebesar SGD 2.000 dan dana apresiasi SGD 500. Dana ini dapat diakses melalui aksi dukungan publik yang terverifikasi di platform Campaign for Good.
Selain dukungan finansial, para PMI juga akan mendapatkan pelatihan intensif. Pelatihan ini mencakup storytelling (bercerita) dan komunikasi digital. Keterampilan tersebut diharapkan menjadi modal penting bagi mereka untuk menyuarakan pengalaman secara luas melalui media sosial dan kanal digital lainnya.
Jacqueline Loh menambahkan, “Kami percaya pada kekuatan transformatif dari edukasi keuangan. #BersamaBerdaya menghadirkan kisah luar biasa para alumni Aidha agar suara mereka bisa terhubung dengan komunitas yang lebih luas.”
Peran Teknologi dalam Mendukung Kemandirian Finansial
CEO Campaign for Good, William Gondokusumo, menyatakan kebanggaannya dapat mendukung inisiatif ini. Menurutnya, teknologi memiliki potensi besar untuk memfasilitasi keterlibatan publik secara bermakna dalam memahami pentingnya literasi keuangan bagi para pahlawan devisa.
“Platform kami memungkinkan partisipasi masyarakat berlangsung transparan. Siapa pun, bahkan mereka yang bukan pekerja migran, dapat ikut memberikan aksi dukungan untuk memperluas jangkauan cerita para Duta Berdaya,” jelas William.
Aidha berkomitmen untuk terus mendampingi perempuan migran agar mampu membangun masa depan yang aman dan berpengetahuan. Masyarakat diundang untuk ikut berkontribusi dalam gerakan ini dengan mengikuti tantangan digital melalui laman resmi https://campaign.com/bersamaberdaya.








