Seorang warga Gayo Lues, Aceh, Ermayadi (40), meninggal dunia setelah terjatuh ke jurang saat melintasi jalur Blang Kejeren-Pining yang ambles dan rusak parah pada Selasa (23/12/2025). Insiden tragis ini terjadi usai korban mengantar bahan makanan pokok kepada sanak saudaranya yang terisolasi di Kecamatan Pining.
Berdasarkan penelusuran, Ermayadi, warga Kampung Jawa, Kecamatan Blang Kejeren, ibu kota Kabupaten Gayo Lues, saat itu dalam perjalanan pulang setelah menjenguk keluarga dan mengantar bahan pokok ke Kecamatan Pining, sekitar 40 kilometer dari Blang Kejeren. Kawasan Pining dikenal sebagai lembah terkurung di tengah pegunungan yang sulit dijangkau.
Kondisi Jalan Ekstrem dan Lambatnya Perbaikan
Medan yang harus ditempuh Ermayadi sangat ekstrem, membelah longsor dan melewati jalur ambles. Bahkan, separuh perjalanan menuju pedalaman terpencil itu mengharuskan pengendara berjalan kaki menyusuri hutan dan menembus lereng bukit. Kondisi jalan yang rusak parah, dengan turunan terjal, jalan tergerus, dan jembatan yang rusak, menjadi tantangan utama bagi warga.
Nahas, saat dalam perjalanan pulang, tepatnya di Desa Pepelah, Ermayadi terjun ke jurang. “Tidak di ketahui secara persis bagaimana terjadi. Karena ditengah perjalan julur pengunungan. Ketika rombongan lain dan pejalan kaki melintasi lokasi baru mengetahui kecelakaan tunggal itu. Saat warga hendak memberi pertolongan ternyata Ermayadi sudah tiada,” tutur Masykur, tokoh masyarakat Kecamatan Pinding.
Beberapa warga lain yang juga menerobos jalur ekstrem segera membantu mengevakuasi korban dari jurang di hulu jembatan tersebut. Bupati Gayo Lues, Suhaidi, yang mendapat laporan, langsung memerintahkan personel BPBD dan petugas medis untuk membawa jenazah korban pulang ke rumah duka.
Bupati Sempat Berdialog dengan Korban
Sebelum kejadian nahas itu, Bupati Suhaidi sempat bertemu dan berdialog dengan Ermayadi di jalan. Pertemuan itu terjadi saat Bupati sedang memantau kondisi Kecamatan Pining. Suhaidi bahkan sempat menanyakan tujuan korban menembus medan sulit jalur Pining-Blang Kejeren.
Desakan Perhatian Serius Terhadap Infrastruktur
Budayawan Aceh, M Adli Abdullah, berharap pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kondisi keprihatinan warga setelah diterjang banjir akhir bulan lalu. Ia menyoroti kawasan-kawasan pedalaman Aceh yang hingga kini masih terkurung tanpa akses jalur darat yang memadai.
“Haruskah ekonomi mereka kolap karena tidak bisa dipasarkan keluar. Padahal hasil mereka sudah berbulan-bulan bahkan ada yang sudah puluhan tahun bercocok tanam,” tutur Dosen senior Universitas Syiah Kuala (USK) itu.
Menurut Adli, perbaikan akses jalur darat bukan hanya penting untuk memasok bantuan, tetapi lebih krusial untuk menyelamatkan warga dari ancaman korban jiwa dan mencegah keruntuhan ekonomi lokal. Banyak hasil bumi seperti buah-buahan, biji-bijian, dan produk panen lainnya tidak dapat dipasarkan ke luar lokasi karena minimnya akses.
