Pemasangan jembatan bailey bantuan dari Kodam IX/Udayana telah dimulai di Dusun Aik Beta, Desa Perigi, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu (4/1/2026). Jembatan sementara ini diharapkan dapat segera memulihkan mobilitas masyarakat yang terganggu akibat bencana banjir hidrometeorologi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, M Juaini Taofik, menjelaskan bahwa pemasangan jembatan ini merupakan respons cepat terhadap dampak banjir pada November 2025. “Pemasangan jembatan bailey ini dilakukan sebagai respons atas bencana banjir hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025, yang menyebabkan jembatan penghubung utama warga setempat putus dan melumpuhkan akses transportasi masyarakat,” ujar Juaini di Lombok Timur, Minggu.

Menurut Juaini, putusnya jembatan sebelumnya telah menyebabkan pemerintah daerah mencari berbagai solusi untuk mengembalikan aktivitas warga. “Alhamdulillah, berkat koordinasi yang baik antara Pak Gubernur, Pak Bupati, dan Pak Danrem Wirabakti, sehingga Pangdam IX/Udayana memutuskan memberikan bantuan berupa jembatan bailey dan hari ini sudah mulai dipasang di lokasi,” tambahnya.

Kapasitas dan Manfaat Jembatan Sementara

Meskipun bersifat sementara, Juaini memastikan kapasitas jembatan bailey ini setara dengan jembatan permanen. Jembatan tersebut mampu menahan beban hingga 30 ton. “Kalau truk pengangkut galian C saja maksimal 10-15 ton, jembatan ini 30 ton, artinya lebih dari cukup. Namun tentu kehati-hatian tetap menjadi hal utama,” jelasnya.

  Kejari Lombok Tengah Kembangkan Kasus Korupsi Insentif PPJ, Telusuri Denda Keterlambatan Pembayaran

Ia juga mengapresiasi antusiasme tinggi dari masyarakat setempat. Sebelum jembatan bailey tiba, warga secara swadaya telah membangun jembatan alternatif dari bambu. “Ini membuktikan bahwa jembatan ini sangat penting dan strategis,” kata Juaini.

Sekitar 140 kepala keluarga (KK) di seberang jembatan sangat membutuhkan akses ini untuk pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi. Dengan beroperasinya jembatan bailey, Juaini memperkirakan aktivitas masyarakat akan kembali normal dalam 10-15 hari ke depan.

Rencana Jangka Panjang dan Dukungan Kodam

Pemerintah daerah mendapatkan kontrak pemanfaatan jembatan bailey selama 1 hingga 1,5 tahun. Rentang waktu ini akan dimanfaatkan untuk mempersiapkan pembangunan jembatan permanen. “Rentang waktu tersebut akan dimanfaatkan untuk menyiapkan pembangunan jembatan permanen,” ucap Juaini.

Ia menambahkan, masa pinjam pakai ini juga menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk mengambil kebijakan pembangunan jembatan permanen, mengingat jembatan bailey sewaktu-waktu dapat digunakan di daerah lain yang mengalami kondisi darurat. “Sinkronisasi pemerintah pusat dan daerah di tengah tekanan fiskal menjadi strategi paling penting saat ini,” tegasnya.

  Bupati Lombok Timur Tinjau Jembatan Putus di Masbagik, Anggarkan Rp1 Miliar untuk Pembangunan

Kepala BPBD Provinsi NTB, Ahmadi, mengonfirmasi bahwa jembatan bailey tersebut merupakan aset Kodam IX/Udayana yang dipinjam pakaikan. “Ini jembatan sementara dan aset milik Kodam IX/Udayana. Sesuai perjanjian, setelah 18 bulan jembatan ini akan dikembalikan ke kodam. Saya rasa dalam satu setengah tahun ke depan pemerintah daerah sudah bisa memperbaiki jembatan permanen,” jelas Ahmadi.

Ahmadi juga mengungkapkan bahwa Kodam IX/Udayana sebelumnya telah memasang jembatan bailey di Kabupaten Bima, yang saat ini sedang dalam proses penarikan kembali untuk kebutuhan jembatan darurat di wilayah lain di Indonesia. “Panjang jembatan ini sekitar 24 meter, kekuatannya lebih dari cukup. Bahkan spesifikasinya melebihi yang kita harapkan, karena tiang dan dindingnya dibuat dua lapis. Ini sangat membantu kebutuhan darurat, tidak hanya di NTB, tapi juga untuk wilayah lain yang terdampak bencana seperti Aceh dan Sumatra,” pungkasnya.

50% LikesVS
50% Dislikes