Jembatan penghubung Desa Gunung Muda dan Desa Air Abik di Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, roboh pada Sabtu (3/1/2026) malam. Insiden ini menyebabkan akses jalan yang sering dilalui masyarakat terputus total dan melukai dua pengendara sepeda motor yang sedang melintas.
Jembatan berukuran panjang 6 meter dan lebar 8 meter itu ambruk diduga kuat akibat perubahan bentangan alur sungai. Pondasi jembatan tergerus derasnya debit air sungai setelah hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut.
Bupati Bangka Fery Insani mengonfirmasi penyebab robohnya jembatan tersebut. “Bentang alur sungai ini berubah, makanya pondasi tergerus, hingga jembatan roboh,” kata Fery, Sabtu (3/1/2026).
Menyikapi kondisi darurat ini, pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat. Saat ini, sedang dikerjakan jalan dan jembatan sementara menggunakan kayu agar warga dari dua desa tersebut dapat kembali melintas.
Fery Insani menargetkan penyelesaian jembatan darurat ini dalam waktu dekat. “Kami targetkan jalan dan jembatan darurat ini selesai sebelum tanggal 10 Januari nanti, atau sebelum anak-anak masuk sekolah,” ujarnya.
Mengingat vitalnya jembatan tersebut bagi mobilitas warga setiap harinya, pembangunan jembatan permanen akan segera diinisiasi. “Mengingat jembatan ini ramai di lalui kendaraan setiap harinya, maka harus segera di bangun jembatan permanen, Januari ini langsung lelang, nanti akan kami sampaikan ke DPRD pada APBD perubahan,” ungkap Fery.
Selain memutus akses, insiden ini juga menimbulkan korban luka. Dua pengendara sepeda motor yang terjatuh saat jembatan ambruk telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Bupati Fery Insani menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk bertanggung jawab atas korban. “Untuk dua korban akan kami santuni, ini tanggung jawab kami,” ucap Bupati.
