Jenazah Simson Mulia, karyawan CV Mpeigelah yang menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) di kawasan bekas tambang terbuka Grasberg Tembagapura, Mimika, Papua Tengah, telah diterbangkan ke Jakarta pada Kamis (12/3/2026). Selanjutnya, jenazah akan dikebumikan di kampung halamannya di Bandung, Jawa Barat.

Kapolsek Tembagapura AKP Firman mengonfirmasi bahwa jenazah almarhum Simson diangkut menggunakan pesawat Airfast dari Timika menuju Jakarta. Proses ini dikawal oleh anggota Reskrim Polsek Tembagapura dan personel investigasi PT Freeport Indonesia.

“Korban akan dikebumikan di kampung halamannya di Bandung, Jawa Barat,” kata Firman, Kamis (12/3/2026).

Simson Mulia, pria berusia 48 tahun, meninggal dunia pada Rabu (11/3/2026) pagi. Ia dilaporkan tertembak peluru tajam pada bagian telinga kanan hingga tembus ke telinga kiri saat dalam perjalanan menggunakan kendaraan operasional jenis Light Vehicle (LV) bernomor lambung 4446.

Investigasi Kepolisian dan Dugaan Pelaku

Terkait insiden tragis ini, aparat kepolisian yang terdiri dari Satgas Amole, Polres Mimika, dan Polsek Tembagapura telah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di bekas tambang Grasberg pada Kamis pagi.

“Tadi pagi sudah dilakukan olah TKP dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Mimika. Kami masih menunggu hasil olah TKP untuk mengetahui secara jelas kejadian penembakan itu,” jelas Kapolsek Tembagapura.

Firman belum dapat memastikan kelompok pelaku penembakan tersebut. Namun, ia menyebutkan bahwa kawasan tambang terbuka Grasberg selama ini sering menjadi jalur perlintasan. Tidak hanya warga dari Intan Jaya maupun Ilaga yang menuju kampung-kampung di sekitar Tembagapura, tetapi juga kelompok kriminal bersenjata (KKB).

“Di situ memang tempat perlintasan mereka kalau dari Intan Jaya atau Ilaga. Begitu juga kalau pulang, mereka biasanya lewat di situ. Bahkan karyawan sering melihat masyarakat melintas di situ,” terang Firman.

Menyikapi kejadian ini, Kapolsek Tembagapura meyakini manajemen PT Freeport Indonesia akan meminta penambahan pasukan. Hal ini bertujuan untuk memberikan jaminan rasa aman bagi karyawan yang bekerja di area bekas tambang terbuka Grasberg maupun tambang bawah tanah yang berdekatan dengan lokasi kejadian.

Respons PT Freeport Indonesia

Sebelumnya, manajemen PT Freeport Indonesia telah menyampaikan ucapan duka cita mendalam atas insiden penembakan yang menimpa almarhum Simson Mulia.

“Keluarga besar PTFI sangat berduka atas kehilangan seorang rekan kerja bernama Simson Mulia, yang meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya dan memberikan dukungan bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujar VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia Katri Krisnati dalam keterangannya pada Rabu (11/3/2026).

Manajemen Freeport menegaskan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan pemerintah untuk mengusut tuntas kasus ini. Selain itu, mereka berkomitmen untuk memberikan jaminan rasa aman kepada seluruh karyawan.

“Keselamatan dan keamanan seluruh karyawan serta semua pihak di wilayah operasional kami tetap menjadi prioritas utama kami,” tambah Katri.