Nama musisi I Gede Ari Astina, yang dikenal luas sebagai Jerinx SID, kembali menjadi perbincangan hangat di tengah sorotan dunia terhadap dokumen “Epstein Files”. Drummer grup Superman Is Dead ini angkat bicara menanggapi terungkapnya sejumlah nama elite global dalam kasus predator seksual Jeffrey Epstein, termasuk dugaan komunikasi intens antara Epstein dan pendiri Microsoft, Bill Gates, terkait “simulasi pandemi”.
Jerinx SID dan “Epstein Files”
Kasus yang dikenal sebagai “Epstein Files” bermula dari serangkaian laporan dugaan eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh Jeffrey Epstein. Epstein sendiri merupakan seorang pebisnis dengan jaringan pergaulan yang sangat luas di kalangan elite Amerika Serikat dan internasional.
Dalam dokumen yang baru-baru ini terungkap, ditemukan sejumlah nama tokoh terkenal dari berbagai kalangan, mulai dari miliarder, politikus, hingga selebritas, yang pernah menjalin kerja sama atau komunikasi dengan Epstein. Salah satu nama yang mengejutkan adalah Bill Gates, miliarder Amerika Serikat sekaligus pendiri Microsoft, yang disebut sempat menjalin komunikasi intens dengan Jeffrey Epstein pada tahun 2017.
Dokumen tersebut mencatat bahwa Bill Gates diduga terlibat dalam diskusi melalui email tentang topik yang disebut sebagai “simulasi pandemi”. Komunikasi ini mengungkap latihan kesiapsiagaan dan skenario hipotetis, yang secara tidak langsung memberikan petunjuk mengenai hubungan Bill Gates dengan Epstein sebelum pandemi Covid-19 merebak. Namun, frasa “simulasi pandemi” dalam dokumen “Epstein Files” tidak dijelaskan secara rinci, dan kini kembali memicu perdebatan publik, mengingatkan pada berbagai teori konspirasi yang menyebut pandemi Covid-19 sengaja diciptakan.
Pandangan Jerinx tentang Pandemi dan Konsekuensinya
Seperti diketahui, pandemi Covid-19 pertama kali terjadi pada 31 Desember 2019. Pada periode 2020 hingga 2021, Jerinx kerap menyampaikan pandangannya yang kontroversial tentang pandemi Covid-19, menyatakan bahwa pandemi tersebut bukanlah bencana alam, melainkan hasil rekayasa elite global.
Pernyataan-pernyataan tersebut sempat membuat Jerinx harus mendekam di dalam tahanan. Salah satu ucapannya yang paling kontroversial adalah ketika suami Alexandra itu menyebut Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Rumah Sakit (RS) sebagai “kacung WHO”. Atas ucapannya itu, Jerinx dinyatakan melanggar Pasal 29 juncto Pasal 45B Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dan dijatuhi hukuman penjara selama satu tahun.
Reaksi Jerinx Usai “Epstein Files” Terungkap
Kini, setelah bebas dan kembali aktif di dunia musik, Jerinx kembali menyuarakan pandangannya melalui unggahan terbaru di akun Instagram pribadinya. Ia melihat dokumen “Epstein Files” sebagai petunjuk atas teori konspirasi yang ia yakini masih terus ada.
“Di awal plandemix saya menulis essay terkait korelasi kropid19 dengan Epstein files, diketawain. Bikin video tentang teknologi penciptaan wabah, dijadikan bahan lawakan,” tulis Jerinx di Instagram @true_jrx pada Selasa, 3 Februari 2026.
Akibat pernyataan-pernyataan sebelumnya, Jerinx mengaku mendapat berbagai label negatif, termasuk tudingan halusinasi hingga anggapan terjebak efek Dunning-Kruger. “Halu, miskin empati, narsisis korban echo chambers dan efek Dunning Kruger, katanya,” lanjutnya.
Sebagai penutup unggahannya, Jerinx turut menyindir sejumlah pesohor Tanah Air yang sebelumnya mengkritik dirinya soal teori konspirasi sebagai bahan candaan. “Kini kebenaran makin menyala. Kacvng WHO, komika & seleb ibu kota kapan kena karmanya ya? Gak usah kena karma dibvnvh or dibui deh. Minimal otaknya kebuka dikit untuk menerima fakta bahwa bangsa ini masih dijajah oleh entitas asing, bisa?,” tutup Jerinx.

