Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) mendesak penanganan cepat terhadap dampak banjir, khususnya penumpukan kayu di sungai, agar rampung pada bulan depan. Ia menyoroti bahwa tumpukan kayu tersebut memperparah kerusakan akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah.
Dalam konfirmasi di Jakarta, Sabtu (20/12), JK menyatakan bahwa banjir yang terjadi tidak hanya disebabkan oleh curah hujan tinggi, tetapi juga akibat perubahan lingkungan di wilayah hulu. Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 ini menegaskan, banyaknya kayu yang terbawa arus dan menumpuk di sungai menjadi salah satu faktor utama yang memperbesar dampak bencana.
Penanganan Sistematis dan Pemanfaatan Kayu
Saat meninjau lokasi terdampak banjir di Kelurahan Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatra Barat, JK menekankan urgensi penyelesaian masalah ini. “Banjir ini menimbulkan kerusakan yang cukup besar. Salah satu penyebabnya adalah banyaknya kayu yang masuk ke sungai akibat perubahan lingkungan di bagian atas. Ini harus segera diselesaikan, terutama pada tahap ini, bulan ini dan bulan depan,” ujar JK.
JK menegaskan bahwa penanganan kayu gelondongan harus dilakukan secara sistematis dan tidak ditunda. Ia mendorong agar kayu yang masih memiliki nilai guna dapat dimanfaatkan, sementara yang tidak layak segera disingkirkan dari aliran sungai.
“Solusinya jelas, kayu-kayu ini harus dipotong dan diangkut. Yang bisa dimanfaatkan, manfaatkan. Yang tidak bisa, buang di tempat tertentu,” katanya.
Lebih lanjut, JK menyebutkan bahwa kayu hasil pembersihan tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan masyarakat, seperti bahan bangunan, pembuatan mebel, kursi, atau keperluan lainnya, tergantung kondisi dan kualitas kayu.
“Bisa untuk perumahan, bisa untuk media, kursi, macam-macam. Yang penting dimanfaatkan semaksimal mungkin. Tidak semuanya dibuang agar masyarakat tidak semakin kesulitan,” kata JK.
Kolaborasi untuk Tata Kelola Lingkungan
Dalam kesempatan itu, JK juga mengingatkan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait. Kolaborasi ini diharapkan dapat memastikan penanganan pascabanjir berjalan cepat, efektif, dan berkelanjutan.
Ia menambahkan, momentum ini juga harus dimanfaatkan untuk memperbaiki tata kelola lingkungan ke depan, guna mencegah terulangnya bencana serupa dengan dampak yang masif.
