Menteri Pembangunan Internasional Kanada, Randeep Sarai, secara resmi menyatakan Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai mitra strategis Pemerintah Kanada. Kemitraan ini akan berfokus pada investasi energi terbarukan, ketahanan iklim, dan pemberdayaan perempuan di kawasan Indo-Pasifik.
Pernyataan tersebut disampaikan Sarai usai pertemuan bilateral dengan pemerintah daerah di Mataram, NTB, pada Sabtu, 10 Januari 2026. Ia mengungkapkan harapan besar terhadap kerja sama ini.
“Kami berharap dapat melakukan lebih banyak kemitraan, lebih banyak investasi, lebih banyak perdagangan dengan Lombok dan Indonesia secara umum,” ujar Sarai.
Alasan Pemilihan Lombok dan Fokus Kemitraan
Sarai menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara kedua yang dikunjunginya di Asia Tenggara setelah Vietnam. Pemilihan Lombok sebagai lokasi awal kunjungan di Indonesia menunjukkan pentingnya hubungan Kanada dengan daerah di luar pusat pemerintahan nasional.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan energi bersih dan peningkatan kesejahteraan perempuan merupakan faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di NTB. Ia menegaskan bahwa investasi yang digelontorkan Pemerintah Kanada tidak hanya bersifat sosial, melainkan juga bertujuan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi daerah.
“Ini adalah bidang-bidang yang menjadi fokus Kanada, karena ini dapat memberikan manfaat ekonomi bersama bagi kedua negara,” kata Sarai.
Agenda Kunjungan dan Proyek Energi Terbarukan
Selama kunjungan bilateralnya, Sarai mengunjungi beberapa proyek energi terbarukan yang didanai dan didukung oleh pemerintah Kanada. Ia juga meninjau praktik pemberdayaan perempuan di wilayah tersebut.
Beberapa proyek energi terbarukan yang didukung Kanada di Pulau Lombok meliputi:
- Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sengkol
- PLTS Labuan Haji
- PLTS Peringgabaya
Ketiga PLTS ini memiliki total kapasitas 7 x 3 megawatt.
Respons Pemerintah NTB
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyambut baik inisiatif ini. Dalam pertemuan bilateral, pemerintah daerah telah mempresentasikan berbagai potensi sumber daya alam dan manusia yang dimiliki NTB.
Iqbal berharap pemerintah Kanada dapat membangun kerja sama yang lebih kuat dan erat dengan pemerintah Indonesia, khususnya pemerintah daerah Nusa Tenggara Barat.
“Semua potensi dalam hubungan bilateral di bidang sosial, ekonomi, dan pembangunan sudah kami bahas dan saling bertukar pikiran. Kami sudah sepakat untuk segera menindaklanjuti hasil pembahasan bersama Duta Besar Kanada untuk Indonesia,” tutur Iqbal.









