Kepolisian Resor (Polres) Cianjur memfokuskan pengamanan di kawasan objek wisata selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Langkah ini diambil menyusul prediksi lonjakan kunjungan wisatawan, khususnya di wilayah Cipanas-Puncak.

Kapolres Cianjur Ajun Komisaris Besar Rohman Yonky Dilatha menyatakan bahwa pemetaan potensi kerawanan telah dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan Operasi Lilin Lodaya 2025. “Hasil rakor (rapat koordinasi) lintas sektor, kami memprediksi jumlah kunjungan wisatawan akan meningkat saat libur panjang selama Nataru. Karena itu, objek wisata jadi salah satu fokus pengamanan selama Operasi Lilin Lodaya 2025,” kata Yonky pada Minggu (21/12).

Operasi Lilin Lodaya 2025

Operasi Lilin Lodaya 2025 akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Operasi ini melibatkan sekitar 1.300 personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, pemerintah daerah, organisasi taktis, serta relawan.

Para personel akan disebar di 13 pos pengamanan, 10 pos pelayanan, dan 1 pos terpadu yang ditempatkan di berbagai titik strategis di wilayah hukum Polres Cianjur.

  Polda Sumut Gulung Sindikat Liquid Vape Narkotika di Medan, Empat Pelaku Ditangkap

Prioritas Pengamanan

Selain objek wisata, Polres Cianjur juga memprioritaskan beberapa aspek pengamanan lain. “Selain pengamanan objek wisata yang diprediksi mengalami lonjakan pengunjung selama libur panjang Nataru, kita juga fokus pada kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan transportasi serta pengamanan tempat ibadah dan pusat keramaian,” jelas Yonky.

Personel juga diinstruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk ancaman terorisme dan kejahatan konvensional. Pemetaan potensi kerawanan menjadi krusial untuk mencegah berbagai insiden.

“Petakan potensi kerawanan di antaranya di bidang lalu lintas yang bisa menyebabkan kemacetan dari volume kendaraan dan potensi kerawanan kejahatan di titik-titik rawan untuk menjaga nama baik Kabupaten Cianjur agar tetap aman dan nyaman bagi wisatawan lokal maupun dari luar daerah,” tegasnya.

Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

Yonky turut menyoroti potensi bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi bertepatan dengan libur panjang Nataru. Mengingat curah hujan yang masih tinggi dan kerawanan bencana di Kabupaten Cianjur, kesiapsiagaan menjadi sangat penting. “Harus disiagakan personel serta peralatan dan perlengkapan di titik-titik rawan bencana,” imbuhnya.

  Kementerian PU dan Hutama Karya Pastikan Ruas Tarutung-Sibolga Kembali Pulih Pasca-Banjir dan Longsor

Ia menekankan bahwa keberhasilan pengamanan selama Nataru sangat bergantung pada kesiapsiagaan personel di lapangan serta koordinasi dan komunikasi yang baik antarpihak. “Kita jaga bersama Kabupaten Cianjur dari berbagai potensi kerawanan supaya aman, terbit, nyaman, dan kondusif,” pungkas Yonky.

50% LikesVS
50% Dislikes