Desa Tukak, Kecamatan Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan, resmi mengukir sejarah sebagai desa pertama di Indonesia yang memiliki Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Khusus Nelayan (SPBUN) yang dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Peresmian ini ditandai dengan peletakan batu pertama yang dihadiri langsung oleh Menteri Koperasi, Fery Juliantono, bersama Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan, pada Sabtu (20/12).
SPBUN Percontohan Nasional untuk Ekonomi Kerakyatan
Menteri Koperasi Fery Juliantono menegaskan bahwa pengelolaan SPBUN nelayan berbasis koperasi desa ini merupakan langkah revolusioner dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. “Ini adalah kali pertama di seluruh Indonesia ada Koperasi Desa Merah Putih yang memiliki unit usaha pengelolaan kebutuhan nelayan. Inisiatif di Desa Tukak ini akan menjadi percontohan (pilot project) bagi KDMP lain di seluruh pelosok negeri,” ujar Fery Juliantono.
Kehadiran SPBUN ini menjadi jawaban atas kendala logistik yang selama ini menghimpit para nelayan di wilayah Sadai. Sebelumnya, nelayan lokal—terutama yang menggunakan kapal berukuran di bawah 3 GT—harus menempuh perjalanan darat sejauh 12 kilometer hanya untuk mendapatkan pasokan solar.
Dukungan Pertamina dan Program Kampung Nelayan Merah Putih
Guna menjamin keberlangsungan operasional, Pertamina Patra Niaga menyatakan komitmen penuh untuk menyuplai kebutuhan BBM di SPBUN tersebut. Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, memastikan bahwa pasokan energi bagi para nelayan akan terpenuhi secara berkelanjutan.
Selain pembangunan SPBUN, pemerintah juga mencanangkan Desa Tukak sebagai Kampung Nelayan Merah Putih. Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan, mengungkapkan bahwa program ini akan dibarengi dengan pemberian berbagai bantuan teknis dan armada. “Nanti ini akan menjadi Kampung Nelayan Merah Putih. Pemerintah akan memberikan bantuan kapal 3 GT serta berbagai bantuan lainnya untuk mendukung produktivitas nelayan,” jelas Didit.
Program kolaborasi antara Kementerian Koperasi dan Kementerian Kelautan Perikanan ini diharapkan mampu mentransformasi wajah ekonomi pesisir di Bangka Belitung, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pantai, dan menciptakan kemandirian energi di tingkat desa.
