Direktur PT Samota Enduro Gemilang (PT SEG), Diaz Rahmah Irhani, menjalani pemeriksaan intensif di Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat (Kejati NTB) pada Kamis, 12 Februari 2026. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari tahap penyelidikan dugaan kasus terkait penyelenggaraan MXGP Lombok dan Samota tahun 2023 serta 2024.

Juru Bicara Kejati NTB, Harun Al Rasyid, di Mataram membenarkan adanya pemeriksaan tersebut. “Iya, betul,” katanya singkat, Kamis (12/2). Harun enggan merinci materi pemeriksaan karena penanganan kasus masih dalam tahap penyelidikan. “Lebih lengkapnya nanti saja,” ujarnya.

Sebelumnya, Asisten Pidana Khusus Kejati NTB, Muh. Zulkifli Said, pada Jumat (6/2) menjelaskan bahwa pihaknya kembali melayangkan panggilan kepada Diaz setelah yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan jaksa penyelidik. “Itu makanya, harus kita panggil lagi, informasinya juga dia hamil Diaz (inisial DRI),” kata Zulkifli.

Diaz seharusnya hadir pada Rabu (4/2), namun tidak memenuhi panggilan. Melalui kuasa hukumnya, jaksa menerima informasi bahwa Diaz sedang hamil, menjadi alasan ketidakhadirannya.

Meskipun demikian, Zulkifli menegaskan bahwa proses penyelidikan tetap berjalan. Jaksa fokus menelusuri unsur perbuatan melawan hukum dalam kasus ini.

  Pemkot Mataram Pasang Tanggul Batu Boulder di Pantai Loang Baloq, Antisipasi Abrasi Akibat Cuaca Ekstrem

Penyelidikan tidak hanya melibatkan pihak penyelenggara, PT SEG, tetapi juga pihak bank syariah milik daerah yang menjadi sumber pendanaan serta para vendor yang terlibat dalam acara MXGP. Kasus ini mencuat setelah sejumlah vendor mengklaim belum menerima pembayaran sesuai kesepakatan kerja sama.

Bank syariah tersebut diketahui menggelontorkan dana sponsor hingga miliaran rupiah kepada PT SEG. Langkah penyelidikan Bidang Pidana Khusus Kejati NTB ini didasarkan pada Surat Perintah Penyelidikan Kepala Kejati NTB Nomor PRINT-14/N.2/Fd.1/10/2025 tertanggal 8 Oktober 2025.

Diaz Rahmah Irhani tiba di Kejati NTB sekitar pukul 13.00 Wita didampingi sejumlah pria. Mengenakan baju putih dan celana hitam, ia langsung mengenakan kartu identitas berwarna merah muda sebagai tanda tamu pemeriksaan di Bidang Pidana Khusus. Hingga pukul 20.00 Wita, Diaz masih berada di dalam gedung Kejati NTB.

Kepada awak media, Diaz memilih untuk tidak memberikan komentar. Ia terlihat menghindari wartawan dan bergegas masuk ke dalam gedung kejaksaan.

50% LikesVS
50% Dislikes