Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya menegaskan bahwa biaya haji reguler sejatinya lebih ekonomis dibandingkan umrah, terutama jika dihitung berdasarkan durasi ibadah. Penegasan ini disampaikan dalam seminar “Inspirasi Haji” yang bertujuan meluruskan distorsi informasi biaya haji di masyarakat.

Seminar tersebut digelar di Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) pada Minggu, 21 Desember 2025. Edukasi ini secara khusus menyasar jamaah Majelis Taklim Surabaya Barat untuk mematahkan anggapan bahwa haji selalu lebih mahal daripada umrah, yang kerap menghambat niat warga untuk mendaftar.

Penyuluh Agama Islam Bidang Haji dan Umrah, H. Hasan El Juney, membedah rasio biaya tersebut dengan lugas. Ia meminta masyarakat tidak hanya terpaku pada nominal angka awal, melainkan mempertimbangkan fasilitas dan masa tinggal yang didapatkan jamaah. “Logikanya sederhana. Umrah saat ini rata-rata memakan biaya Rp30 juta hanya untuk sembilan hari. Sedangkan haji reguler melalui Kementerian Haji melayani jamaah selama 30 hari dengan biaya yang justru lebih rendah,” tegas Hasan.

Senada, Kepala Kementerian Haji dan Umrah, Hj. Sururil Faizin, menyatakan bahwa penyuluhan ini merupakan langkah proteksi bagi warga. Menurutnya, informasi akurat langsung dari sumber resmi menjadi benteng agar jamaah tidak terjebak tawaran biro perjalanan yang tidak bertanggung jawab. “Kami terjunkan para penyuluh untuk memberikan fakta, bukan desas-desus. Tujuannya agar warga paham proses dan biaya yang sebenarnya, sehingga tidak mudah tertipu jalur instan yang ilegal,” ujar Sururil.

Hadirnya pakar seperti H. Nur Salam, H. Rasyid Ridho, dan Prof. H. Mukhrojin turut memperkuat pesan bahwa kendala utama haji bukanlah masalah finansial semata, melainkan kurangnya literasi mengenai sistem pendaftaran yang disediakan pemerintah. Seminar yang berlokasi di Jalan Pregolan Bunder ini memicu antusiasme warga untuk mulai menyusun rencana keuangan haji, menyadari bahwa pendaftaran adalah keputusan administratif yang bisa diambil tanpa menunggu tabungan menumpuk hingga ratusan juta rupiah. Kemenag Surabaya berharap kesadaran akan efisiensi biaya haji ini terus meluas, menjadikan ibadah mabrur lebih terjangkau bagi setiap Muslim.