Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) bersama PT Hutama Karya (Persero) berhasil memulihkan akses ruas jalan Tarutung-Sibolga di Sumatra Utara yang sebelumnya rusak parah akibat bencana banjir dan longsor. Upaya penanganan darurat yang dimulai sejak awal Desember 2025 ini kini telah memungkinkan masyarakat untuk kembali memanfaatkan jalur strategis tersebut.

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menegaskan komitmen perusahaan dalam penanganan bencana. “Dalam kondisi darurat, Kementerian PU bersama Hutama Karya bergerak cepat memobilisasi personel dan peralatan ke lokasi terdampak agar akses jalan dapat segera dibuka kembali. Langkah ini penting untuk memulihkan mobilitas masyarakat serta kelancaran distribusi logistik secara bertahap,” ujar Mardiansyah pada Senin (12/1/2026).

Penugasan Khusus dan Ruas Strategis

Hutama Karya mendapat penugasan khusus dari Kementerian PU untuk menangani satu paket tanggap darurat sektor Bina Marga pada ruas Tarutung-Sibolga. Ruas sepanjang 69 kilometer ini melintasi kawasan Adiankoting, Meranti, Simpang 3 Rampa, Mardame, Pagaran Lambung II, Dolok Nauli, hingga Kecamatan Sitahuis.

Jalur ini memiliki peran vital dalam menghubungkan Tapanuli Utara, sebagian wilayah Tapanuli Tengah, serta Kota Sibolga dan sekitarnya. Gangguan pada ruas ini sebelumnya menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, sehingga pemulihan akses menjadi prioritas tinggi.

  Lebih dari 500 Pendayung Adu Ketangkasan di Kejuaraan Dayung Nasional Politeknik PU Semarang

Progres Penanganan dan Sumber Daya

Hingga 4 Januari 2026, Hutama Karya telah mengerahkan 72 personel, meliputi tim pelaksana, petugas HSE, operator alat berat, dan tenaga pendukung lainnya. Berbagai peralatan berat seperti excavator PC300 dan PC200, wheel loader, dump truck, bulldozer, vibro roller, alat bor log, steel sheet pile, hingga trado trailer turut dikerahkan untuk mempercepat proses pemulihan.

Seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan lingkungan sekitar demi menjaga keselamatan warga dan pengguna jalan.

Tantangan dan Metode Kerja

Tim di lapangan menghadapi tantangan berupa cuaca yang berubah-ubah serta medan yang cukup berat. Untuk mengatasi hal ini, metode kerja dan penempatan alat berat dilakukan secara bertahap, disertai pengamanan area kerja dan pengaturan lalu lintas sementara guna memastikan proses pembukaan akses tetap aman dan terkendali.

Pekerjaan yang telah dilakukan meliputi:

  • Pembersihan badan jalan dari material longsoran.
  • Pelebaran jalan.
  • Pembukaan kembali akses yang tertimbun.
  • Pekerjaan galian dan perbaikan saluran air di sekitar jembatan.
  • Pemasangan safety line.
  • Pembuatan matras di sejumlah titik rawan longsor.
  Video Pria Berjaket Ojol Viral di Media Sosial, Polisi Belum Beri Pernyataan Resmi

Selain itu, Hutama Karya juga melakukan pengambilan data LiDAR dan investigasi tanah di 103 titik untuk mendukung pemetaan kondisi lapangan dan penanganan lanjutan.

Hutama Karya menegaskan bahwa penanganan tanggap darurat ini merupakan tahap awal sebelum dilakukan perbaikan permanen. Koordinasi dengan pemerintah akan terus dilanjutkan guna memastikan infrastruktur jalan di Sumatra Utara semakin kuat, aman, dan andal dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

50% LikesVS
50% Dislikes