Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengumumkan bahwa seluruh akses jalan dan jembatan nasional di wilayah Sumatra yang terdampak bencana telah berhasil difungsionalkan kembali per 15 Januari 2026. Dengan demikian, tidak ada lagi wilayah yang terisolasi secara total di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan, sejak awal kejadian bencana, pihaknya telah mengerahkan balai-balai teknis di seluruh Indonesia untuk bergerak cepat. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) menjadi ujung tombak dalam memastikan pemulihan akses transportasi dan konektivitas antarwilayah.

“Kementerian PU memiliki balai teknis di seluruh provinsi di Indonesia. Sehingga ketika terjadi bencana, kami sudah bergerak lebih dulu. Hal ini juga berlaku di seluruh wilayah, tidak hanya di Sumatra, tetapi juga di tempat lain. Di setiap bencana, kita upayakan hadir secepat mungkin,” ujar Dody, dikutip dari siaran pers pada Sabtu (17/1).

Pada 30 hari pertama pascabencana, penanganan konektivitas dilakukan dalam status tanggap darurat dengan koordinasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Fokus utama saat itu adalah membuka kembali ruas jalan dan jembatan guna melancarkan arus logistik, termasuk distribusi pangan, BBM, dan LPG.

  Jawa Barat Catat Deflasi 0,09 Persen pada Januari 2026, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama

Setelah puluhan ruas jalan nasional dan seluruh jembatan nasional fungsional kembali, Kementerian PU kini mengalihkan fokus pada pembukaan akses hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Data kerusakan jalan serta jembatan daerah terus bertambah, sehingga upaya penanganan lanjutan terus digencarkan.

“Alhamdulillah, per hari ini sudah tidak ada lagi daerah yang benar-benar terisolasi. Fokus kita berikutnya adalah membuka akses ke kecamatan dan desa-desa. Kami sadar masih banyak desa yang perlu ditangani, dan data kerusakan jalan serta jembatan daerah terus bertambah dari hari ke hari,” beber Dody.

Untuk mendukung percepatan penanganan, Kementerian PU telah menyalurkan 1.854 alat berat dan 467 sarana pendukung di tiga provinsi terdampak. Selain itu, 1.209 unit rumah hunian sementara juga telah disiapkan untuk warga yang kehilangan tempat tinggal.

Upaya pembersihan kawasan bencana juga terus berjalan di 105 lokasi. Per 15 Januari 2026, sebanyak 40 lokasi telah selesai ditangani, 63 lokasi masih dalam proses, dan dua lokasi dalam tahap persiapan. Kementerian PU juga akan melakukan pembersihan dan relokasi dua puskesmas di Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Tenggara guna memulihkan layanan kesehatan.

  Djony Bunarto: "Langkah Ini Meringankan Beban Masyarakat" dalam Pemulihan Pasca-Banjir Sumatra

Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, TNI/Polri, serta masyarakat. Hal ini demi memastikan konektivitas jalan dan jembatan dapat pulih secara bertahap, sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan pemulihan aktivitas sosial ekonomi di wilayah terdampak bencana Sumatra.

50% LikesVS
50% Dislikes