Koalisi Rakyat Bantu Rakyat Nusa Tenggara Barat (NTB) menyalurkan bantuan tahap pertama senilai lebih dari Rp28 juta dan 200 karung logistik kepada korban banjir di Aceh dan Sumatera, dengan fokus utama di Aceh Tamiang. Gerakan ini merupakan inisiatif gabungan berbagai komunitas, organisasi kampus, sekolah, yayasan, dan himpunan se-Pulau Lombok.

Jauhari Tantowi, Koordinator Umum Koalisi Rakyat Bantu Rakyat, menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari rasa kepedulian dan keprihatinan mendalam terhadap kondisi bencana yang melanda Aceh dan Sumatera. Terlebih, pemerintah belum menetapkan kondisi tersebut sebagai bencana nasional.

Gerakan Kolektif untuk Korban Banjir

“Tentu kita tidak bisa tinggal diam dan berpangku tangan terhadap situasi yang terjadi, kami harus bergerak untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kami di Aceh dan Sumatera,” ujar Jauhari Tantowi pada Jumat (26/12/2025).

Lebih dari 25 lembaga telah tergabung dalam koalisi ini, aktif menggalang donasi untuk para korban. Bantuan yang terkumpul mencakup lebih dari 200 karung dan dus berisi pakaian, makanan, serta berbagai kebutuhan pokok masyarakat.

  Lombok Tengah Puncaki NTB dalam Tindak Lanjut Pengawasan Keuangan Desa dengan 91,77 Persen

Penyaluran bantuan logistik dilakukan melalui ekspedisi dan Lanud Zam, dengan prioritas utama di Aceh Tamiang. Sejak 18 Desember 2025, tim koalisi telah aktif di lapangan selama lima hari.

Dalam kurun waktu tersebut, sekitar 500 paket sembako dan kebutuhan masyarakat telah didistribusikan. Penyaluran menjangkau wilayah dari tengah kota hingga desa-desa terisolir yang terdampak banjir.

Jauhari menambahkan, “Ini panggilan nurani.” Ia menekankan bahwa gerakan rakyat seperti ini membuktikan solidaritas antar sesama, terutama ketika penanganan bencana oleh negara dinilai absen hingga memasuki minggu keempat.

50% LikesVS
50% Dislikes