Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pesantren MIA di Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, menghentikan operasionalnya sementara waktu. Keputusan ini diambil setelah Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (Korwil BGN) Tulungagung menemukan sejumlah catatan terkait kebersihan dan standar produk dalam inspeksi pada Kamis (22/1/2026).

Inspeksi tersebut dilakukan menyusul laporan sejumlah siswa di SMK Sore Tulungagung yang mengalami mual, muntah, dan diare usai mengonsumsi menu Makanan Bergizi (MBG) yang dipasok oleh SPPG tersebut.

Korwil BGN Tulungagung, Sabrina Mahardika, menyatakan pihaknya langsung mendatangi SPPG Pesantren MIA setelah menerima laporan. Dari hasil pengamatan, ditemukan beberapa pelanggaran standar kebersihan dan kelayakan produk.

Salah satu temuan adalah penggunaan roti produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tidak dilengkapi dengan tanggal kedaluwarsa serta logo halal. Sabrina menekankan pentingnya standar ini bagi mitra SPPG.

“Produk UMKM yang digunakan sebagai mitra SPPG harus sesuai standart, kami berharap pelaku UMKM bisa melengkapi logo halal dan tanggal kadaluarsa,” ujar Sabrina pada Kamis (22/1/2026).

  Dansatgas TMMD ke-127 Pastikan Progres Pembangunan Infrastruktur di Kediri Tepat Mutu dan Waktu

Selain itu, tim inspeksi juga menemukan ceceran darah di lantai area dapur. Darah tersebut berasal dari kiriman ayam beku yang mencair karena tidak segera dimasukkan ke dalam freezer.

Lokasi pencucian wadah MBG atau ompreng juga menjadi sorotan. Sabrina menilai area tersebut tidak steril dan rentan kontaminasi.

“Seharusnya lokasi setelah dicuci dimasukkan ke dalam ruang sehingga tidak terkontaminasi debu,” tuturnya.

Secara keseluruhan, hasil pengamatan menyimpulkan adanya kebutuhan mendesak untuk peningkatan kebersihan di SPPG ini. Penumpukan sampah sisa masakan di sekitar dapur juga menjadi perhatian yang harus segera ditangani.

Saat ini, tim Satuan Tugas (Satgas) MBG bersama kepolisian telah mengamankan sampel makanan MBG yang dikonsumsi siswa. Sampel tersebut akan dikirim ke laboratorium untuk diperiksa kandungannya guna mengetahui penyebab pasti keracunan.

SPPG Pesantren MIA akan berhenti beroperasi hingga ada keputusan lebih lanjut dari BGN.

“Hingga ada keputusan dari BGN, SPPG ini tidak beroperasi sementara waktu,” pungkas Sabrina.

50% LikesVS
50% Dislikes