KRI Sultan Iskandar Muda-367 (KRI SIM-367) resmi kembali ke tanah air setelah menuntaskan misi perdamaian di perairan Lebanon. Kapal perang unsur Satkor Koarmada II ini merampungkan mandat dalam Satuan Tugas (Satgas) Maritime Task Force (MTF) TNI Konga XXVIII-P/UNIFIL.
Kepulangan KRI SIM-367 disambut melalui upacara militer di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Kamis (5/2). Misi kali ini memiliki bobot sejarah karena menjadi unit maritim penutup dalam rangkaian kontribusi panjang Indonesia di bawah bendera United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Selama bertugas, KRI Sultan Iskandar Muda-367 tidak hanya melakukan patroli rutin, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan laut serta mengawal kedaulatan wilayah perairan di area operasi PBB. Kapal perang ini memikul tanggung jawab berat, mulai dari pengamanan wilayah perairan dari ancaman ilegal hingga mendukung kedaulatan maritim Lebanon.
Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI, Letjen TNI Bobby Rinal Makmun, yang memimpin upacara penyambutan, memberikan penghormatan tertinggi atas dedikasi seluruh personel. Menurutnya, keberhasilan ini adalah bukti nyata bahwa profesionalisme prajurit TNI Angkatan Laut diakui secara global.
Komandan KRI SIM-367 sekaligus Dansatgas, Letkol Laut (P) Anugerah Annurullah, memimpin langsung barisan prajurit yang telah berbulan-bulan mengarungi perairan internasional. Keberhasilan mereka juga mendapat apresiasi langsung dari Danguspurla Koarmada II, Laksma TNI Endra Hartono, yang turut menyaksikan kepulangan para penjaga perdamaian tersebut.
“Keberhasilan ini membuktikan kesiapan tempur dan kapabilitas diplomasi maritim kita di level dunia,” ujar Laksma TNI Endra Hartono saat memberikan apresiasi kepada para prajurit.
Pencapaian ini mempertegas posisi Indonesia sebagai negara yang aktif berperan dalam stabilitas keamanan global. Selain itu, misi ini juga menunjukkan kemandirian alat utama sistem senjata (alutsista) serta ketangguhan personel Koarmada II dalam mendukung kebijakan pertahanan negara.

