Kunjungan wisatawan ke Kota Cirebon mengalami penurunan signifikan sekitar 25 persen selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026. Data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kota Cirebon menunjukkan, cuaca ekstrem dan banjir menjadi penyebab utama anjloknya jumlah pengunjung.
Kepala Dinas Budpar Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, pada Rabu (7/1) mengungkapkan bahwa timnya telah melakukan monitoring di enam destinasi wisata unggulan. Destinasi tersebut meliputi Keraton Kasepuhan, Keraton Kacirebonan, Keraton Kanoman, Cirebon Waterland, Taman Air Goa Sunyaragi, dan Wisata Bahari Kejawanan.
Berdasarkan hasil monitoring, total kunjungan wisatawan ke enam lokasi tersebut hanya mencapai 37.237 orang. Angka ini jauh menurun dibandingkan periode Nataru 2024-2025 yang mencatatkan sekitar 49.700 kunjungan.
Penurunan jumlah wisatawan terjadi di hampir seluruh destinasi, dengan Wisata Bahari Kejawanan mengalami dampak paling signifikan. Pada libur Nataru tahun ini, destinasi tersebut hanya dikunjungi 28.221 orang, merosot tajam dari 40.177 orang pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Agus Sukmanjaya menegaskan bahwa penurunan ini bukan disebabkan oleh berkurangnya daya tarik wisata, melainkan faktor eksternal. “Curah hujan tinggi dan banjir di wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon menjelang serta selama periode libur Nataru berdampak pada aksesibilitas dan kenyamanan wisatawan,” ujarnya.
Kondisi cuaca ekstrem tersebut memicu perubahan pola perjalanan wisatawan. Banyak pengunjung yang cenderung membatasi aktivitas luar ruang dan memilih alternatif liburan seperti staycation yang dinilai lebih aman pada musim hujan.
Hasil monitoring kunjungan wisatawan selama libur Nataru 2025-2026 ini akan menjadi bahan evaluasi penting. Dinas Budpar Kota Cirebon berencana memperkuat strategi pengelolaan dan promosi wisata, khususnya untuk mengantisipasi tantangan pada musim penghujan mendatang.








