PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025, membukukan laba bersih mencapai Rp56,3 triliun. Capaian impresif ini ditopang oleh strategi perseroan yang fokus pada penguatan sektor riil, terutama melalui penyaluran kredit UMKM, serta masifnya digitalisasi layanan.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menjelaskan bahwa pertumbuhan yang merata ini merupakan hasil dari efektivitas ekosistem pembiayaan yang dibangun perseroan. “Pertumbuhan yang merata ini adalah buah dari efektivitas ekosistem pembiayaan kami. Kami menyasar sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya,” ujar Riduan dalam paparan kinerja di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Kredit UMKM dan Aset Melonjak
Hingga akhir Desember 2025, total aset Bank Mandiri melonjak signifikan sebesar 16,6 persen secara tahunan, mencapai Rp2.829,9 triliun. Kenaikan aset ini sejalan dengan penyaluran kredit yang tumbuh 13,4 persen menjadi Rp1.895 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menariknya, di tengah perlambatan industri pada sektor usaha kecil, Bank Mandiri justru memperluas akses pembiayaan bagi 1,3 juta pelaku usaha. Kredit UMKM perseroan tercatat tumbuh 4,88 persen, menegaskan komitmen Bank Mandiri dalam mendukung sektor yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.
Dominasi Dana Murah dan Digitalisasi
Kepercayaan nasabah juga tercermin dari lonjakan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang menembus Rp2.105,8 triliun. Struktur pendanaan ini didominasi oleh dana murah (CASA) sebesar Rp1.431,4 triliun, menunjukkan efisiensi dalam pengelolaan likuiditas.
Pertumbuhan DPK didorong oleh penetrasi aplikasi digital Livin’ by Mandiri yang penggunanya meledak hingga 37,2 juta orang. Setiap harinya, sekitar 25 ribu pengguna baru bergabung ke dalam ekosistem digital Mandiri. Sementara itu, di segmen korporasi, platform Kopra by Mandiri menjadi solusi utama bagi pelaku usaha dan institusi untuk mengelola arus kas secara real-time.
Dukungan pada Agenda Nasional dan Keberlanjutan
Bank Mandiri juga aktif berperan dalam agenda prioritas nasional. Sepanjang tahun 2025, perseroan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp41 triliun kepada 360 ribu debitur. Selain itu, Bank Mandiri turut mengawal implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pembiayaan kepada 147 mitra pelaksana.
Dukungan terhadap pembangunan desa juga diperkuat melalui pengelolaan rekening ribuan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta Koperasi Desa Merah Putih, guna menyokong target pembangunan 3 Juta Rumah.
Sebagai bagian dari ekosistem BUMN, Bank Mandiri konsisten memberikan kontribusi kepada kas negara. Selain membayarkan pajak sekitar Rp27 triliun pada tahun 2025, bank ini juga telah menyetorkan dividen total sebesar Rp52,5 triliun sepanjang tahun lalu.
Dari sisi keberlanjutan, portofolio pembiayaan hijau (ESG) Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun. Angka ini menempatkan Bank Mandiri sebagai pemimpin pasar pembiayaan hijau di Indonesia dengan pangsa pasar lebih dari 35 persen di kelas bank besar.
“Kami memposisikan prinsip keberlanjutan sebagai dasar bisnis agar setiap pertumbuhan yang diraih menciptakan nilai tambah bagi lingkungan dan ketahanan ekonomi nasional,” pungkas Riduan.

