Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa provinsi yang dipimpinnya layak untuk memiliki stadion berstandar internasional. Pernyataan ini disampaikan Laka Lena sebagai respons terhadap pandangan mantan kapten Tim Nasional (Timnas) Indonesia, Evan Dimas Darmono, yang sebelumnya memprioritaskan pengembangan sepak bola usia dini.

NTT dan Keunggulan Geografis

Laka Lena menjelaskan, letak geografis NTT yang berbatasan langsung dengan dua negara, yakni Timor Leste dan Australia, menjadi nilai tambah signifikan. “Hal ini tentunya menjadi nilai tambah untuk NTT ke depannya yang merupakan provinsi yang berbatasan dengan dua negara tetangga,” terang Laka Lena saat diwawancarai seusai coffee morning bersama para jurnalis di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Jumat (19/12/2025).

Selain itu, politikus Partai Golongan Karya (Golkar) tersebut juga menyoroti antusiasme tinggi masyarakat NTT terhadap sepak bola. Ia menyebut, kompetisi sepak bola di NTT selalu berhasil menarik perhatian publik. “Sedangkan untuk stadion internasional di NTT, kami juga mau sampaikan kalau masyarakat NTT sangat mencintai sepak bola,” jelas Laka Lena.

  Kejari Bima Maraton Periksa Saksi Dugaan Korupsi Dana BOS Tiga SLB Tahun Anggaran 2020-2025

Pandangan Evan Dimas: Prioritaskan Pembinaan Usia Dini

Sebelumnya, mantan Kapten Timnas Indonesia Evan Dimas Darmono merespons wacana pembangunan stadion berstandar internasional di NTT, sebuah usulan yang telah didukung oleh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Berbeda dengan PSSI, Evan Dimas menilai bahwa pengembangan sepak bola usia dini jauh lebih mendesak untuk memajukan olahraga tersebut di NTT.

Menurut Dimas, pembangunan stadion megah tidak akan memberikan dampak optimal jika tidak diimbangi dengan pembinaan pemain sejak usia dini. “Bagus juga membangun stadion, tetapi kalau dari pandangan saya lebih ke membangun karakter mental generasi muda sejak usia dini. Itu lebih penting,” kata Dimas saat Coaching Clinic kepada pemain usia 15-18 tahun di Stadion Ora Flobamora Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (13/12/2025).

Ia menyoroti minimnya sekolah sepak bola (SSB) dan akademi usia dini di sejumlah daerah. “Kita punya stadion bagus, tetapi adik-adik SSB, adik-adik akademi sejak usia dini nggak ada, terus gak dibangun sejak usia dini, terus yang make stadion gimana,” lanjut Dimas.

  Lapas Dompu Gelar Panen Raya Serentak Kemenimipas, Hasilnya Didonasikan untuk Korban Bencana

Dimas menekankan bahwa pembinaan usia dini tidak hanya berfokus pada teknik dan kemampuan bermain, tetapi juga pembentukan karakter dan mental pemain. Karakter tersebut, menurutnya, harus dibangun sejak awal melalui pembinaan berjenjang di SSB. “Ya (fokus SSB). Kalau saya fokus mendidik mental generasi muda sejak usia dini karena dampaknya sangat berpengaruh nanti. Ketika ade-ade jadi pemain sepakbola ya benar-benar menjadi pemain sepakbola yang bermanfaat. Ketika tidak menjadi pemain sepakbola, ade-ade bermanfaat untuk lingkungan,” jelasnya.

50% LikesVS
50% Dislikes