Seorang pria berinisial FM (40), warga Desa Wolokeli, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan tewas di Pantai Mbuli pada Jumat (2/1/2026) pagi. Korban terseret arus dan tenggelam saat sedang piknik bersama keluarga dalam rangka liburan Tahun Baru sehari sebelumnya.
Kapolsek Wolowaru, Ipda Ubaldus Maku, menjelaskan kronologi kejadian tragis tersebut. FM bersama keluarganya tiba di Pantai Mbuli pada Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 13.00 Wita, menggunakan kendaraan pikap EB 8932 AN. Setibanya di lokasi, FM langsung berenang di laut.
Sekitar pukul 15.00 Wita, keluarga berencana untuk pulang. Namun, FM menyampaikan kepada istrinya, ER, bahwa ia ingin mencuci tangan di laut. “Istrinya melihat FM kembali berenang dan tidak lama kemudian istrinya melihat korban mengangkat kedua tangannya guna meminta pertolongan,” ujar Ubaldus kepada detikBali, Jumat (2/1/2026).
Istri FM segera meminta bantuan kepada anggota keluarga lain, BPS (17) dan AAS (51). Sayangnya, upaya penyelamatan terkendala ombak tinggi yang mencapai 2-3 meter dan arus air yang kencang. “Korban pun tidak dapat diselamatkan dan tenggelam,” imbuh Ubaldus.
Karena FM belum ditemukan, keluarga memutuskan untuk menginap di pantai menggunakan tenda. Pencarian korban sempat dihentikan pada pukul 19.00 Wita akibat kondisi ombak yang tinggi dan arus yang kuat, kemudian dilanjutkan pada Jumat pagi.
Tim pencari, yang melibatkan perahu milik Basarnas Kabupaten Sikka dan perahu nelayan, berhasil menemukan jenazah FM. “Korban (FM) ditemukan sekitar pukul 07.30 Wita oleh nelayan dari Kabupaten Sikka dengan cara menyelam. Jenazah korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke rumah duka,” tandas Ubaldus.
Rencananya, jenazah FM akan dimakamkan pada Sabtu (3/1/2026) di Desa Wolokoli, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende.
