Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mencatat produksi gabah atau padi mencapai 509 ribu ton sepanjang tahun 2025. Angka ini menegaskan posisi Lombok Tengah sebagai salah satu daerah produktif dalam penyediaan pangan beras.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, Zaenal Arifin, menyatakan bahwa capaian tersebut menunjukkan ketahanan pangan daerah. “Kondisi ini membuat Lombok Tengah tetap produktif dalam pangan beras,” ujar Zaenal di Lombok Tengah, Rabu (14/01/2026).
Zaenal menjelaskan, luas lahan tanaman padi di Lombok Tengah mencapai 95 ribu hektare per tahun, mencakup musim tanam pertama, kedua, dan ketiga. Dari luasan tersebut, produksi gabah per tahun mampu mencapai 509 ribu ton. Selain padi, Lombok Tengah juga memiliki luas tanam jagung 18 ribu hektare per tahun dan kedelai 5 ribu hektare per tahun.
“Artinya untuk kebutuhan pangan di Lombok Tengah tetap cukup dengan kebutuhan mencapai 180 ribu ton per tahun dengan jumlah penduduk satu juta jiwa,” tegasnya.
Kondisi cuaca yang cukup baik sepanjang 2025, dengan curah hujan yang memadai, turut menjadi faktor penentu tercapainya target produksi gabah. Zaenal Arifin menambahkan, “Artinya ada peningkatan produksi 4 persen bila dibandingkan dengan produksi gabah pada 2024. Juga Lombok Tengah ditetapkan menjadi daerah penyangga pangan nasional.”
Untuk terus meningkatkan hasil pertanian, pemerintah daerah akan melaksanakan program optimasi lahan (Oplah) pada tahun 2026 dengan target luasan 2.500 hektare. Program ini dirancang untuk mendukung lahan yang biasanya hanya ditanami padi sekali dalam setahun agar dapat menanam dua kali.
Luas baku sawah di Lombok Tengah saat ini mencapai 52 ribu hektare, dengan pola tanam yang bervariasi dari sekali hingga tiga kali dalam setahun. Realisasi Program Oplah di Lombok Tengah pada tahun 2025 sendiri telah mencapai 90 persen.
