Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu bersama Pemerintah Kota Palu mempererat kolaborasi dalam penguatan program pembinaan keterampilan. Inisiatif ini dirancang khusus untuk anak binaan, sebagai wujud komitmen pemenuhan hak-hak anak.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Palu, Royke Abraham, beserta rombongan lintas perangkat daerah, melakukan kunjungan ke LPKA Palu pada Sabtu, 31 Januari 2026. Rombongan ini didampingi oleh Kepala LPKA Palu, Welli, untuk meninjau langsung berbagai program pembinaan yang telah berjalan.
Dalam kunjungan tersebut, tim dari DP3A yang juga melibatkan perwakilan dari Dinas Pertanian, PDAM, Dinas Pekerjaan Umum, serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Palu, meninjau sejumlah program. Program-program yang ditinjau meliputi hidroponik, ketahanan pangan, budidaya ikan nila, pendidikan nonformal, hingga fasilitas perpustakaan.
Welli menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor. “Kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang aman, inklusif, serta mendukung tumbuh kembang anak binaan secara optimal,” ujar Welli di Palu, Sulawesi Tengah.
Ia berharap sinergi antara LPKA Palu dan DP3A Kota Palu dapat terus menguat, memastikan program keterampilan ramah anak berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak positif. “Melalui dukungan DP3A, kami berharap anak binaan memiliki bekal keterampilan yang dapat mereka gunakan untuk membangun masa depan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan,” tambahnya.
Royke Abraham menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari komitmen Wali Kota Palu dalam mendorong pemenuhan hak anak, khususnya bagi anak binaan di LPKA Palu. Tujuannya agar anak-anak tersebut tetap mendapatkan pembinaan yang berorientasi pada pengembangan keterampilan, kreativitas, serta kesiapan hidup di masa depan.
Ia juga menegaskan bahwa setiap program pembinaan akan dirancang dengan pendekatan ramah anak, yang memperhatikan aspek perlindungan, pendidikan, serta penguatan karakter positif. “Setiap kegiatan dirancang dengan memperhatikan aspek perlindungan, pendidikan, serta penguatan karakter. Kami ingin anak binaan memiliki kemampuan praktis yang dapat mereka manfaatkan setelah kembali ke masyarakat, sehingga mereka mampu tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan produktif,” kata Royke.
Pemerintah Kota Palu berkomitmen untuk terus mendukung keberlanjutan program-program pembinaan keterampilan di LPKA Palu. Hal ini sejalan dengan kebijakan Pemkot Palu dalam mewujudkan Kota Layak Anak.
