Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa penugasan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang tidak hanya berdimensi kemanusiaan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran langsung bagi Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Dalam Negeri. Pengalaman ini dinilai krusial dalam menerapkan ilmu pemerintahan di lapangan.

Sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, Tito menjelaskan bahwa Aceh Tamiang merupakan salah satu wilayah yang paling parah terdampak banjir dan longsor di Sumatra. Lokasi geografisnya di dataran rendah yang dilalui sungai besar menyebabkan daerah ini menerima limpahan air dari hulu, mengakibatkan lumpur dan kerusakan luas, termasuk pada kawasan perkantoran pemerintah kabupaten.

Pengalaman Lapangan yang Berharga

Dalam amanatnya pada Apel Pemulangan Personel Satgas Percepatan Aktivasi Pemerintah dan Pelayanan Publik Kemendagri Gelombang I di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (3/2/2026), Tito menekankan nilai pengalaman lapangan tersebut. “Mempraktikkan ilmu pemerintahan dalam negeri. Yang belum tentu semua angkatan lain, di tahun-tahun ke depan, atau tahun-tahun sebelumnya, mengalami pengalaman yang dialami Adik-Adik semua,” ujarnya, seperti dikutip pada Rabu (4/2/2026).

  Etos Kreatif dan Amal Bunda Salurkan Bantuan Kesehatan Krusial untuk Ribuan Pengungsi Banjir Aceh

Tito menegaskan bahwa tolok ukur utama keberhasilan pemulihan pascabencana adalah kembalinya fungsi pemerintahan dan pelayanan publik. Hal ini mencakup beroperasinya kembali kantor pemerintahan, akses jalan, layanan kesehatan dan pendidikan, rumah ibadah, hingga ketersediaan listrik, komunikasi, distribusi BBM dan elpiji, serta mulai pulihnya aktivitas ekonomi masyarakat.

Indikator terpenting adalah pemerintahan, apakah pemerintahnya berjalan atau tidak. Karena pemerintahan pusat sumber daya, pusat pengambilan keputusan, kekuasaan, kebijakan pembuatan kebijakan, policy making yang mempengaruhi kepada masyarakat luas,” kata Tito.

Fokus Pemulihan dan Semangat Gotong Royong

Selama sekitar satu bulan terakhir, upaya kolaboratif berbagai pihak berhasil membersihkan sejumlah kantor pemerintahan di Aceh Tamiang, sehingga mulai dapat difungsikan kembali. Kondisi ini menjadi modal penting untuk menggerakkan kembali roda pemerintahan dan pelayanan publik secara bertahap.

Oleh karena itulah kita yang lakukan adalah kita fokus pada kantor, sekaligus membangkitkan semangat rekan-rekan ASN khususnya untuk mulai bekerja kembali,” tambahnya.

Tito berharap semangat gotong royong terus terjaga dalam membangun kembali Aceh Tamiang. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Praja IPDN, ASN Kemendagri, pemerintah daerah, serta unsur TNI dan Polri atas kontribusi mereka dalam pemulihan wilayah terdampak.

  Pertamina Gelar Operasi Pasar 20 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Aceh untuk Stabilkan Harga

Saya minta semangat kita untuk membangun kembali Aceh Tamiang. Semangat ya Bapak-Ibu ya. Semangat harus, karena nasib masyarakat Aceh Tamiang ada di tangan Bapak-Ibu (ASN Aceh Tamiang) sekalian. Kami hanya mendorong untuk kembali normal,” pungkasnya.

50% LikesVS
50% Dislikes