Tim relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) berhasil menembus sejumlah wilayah terisolir di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, untuk menghadirkan layanan kesehatan dan psikososial bagi masyarakat terdampak banjir. Aksi kemanusiaan ini dimulai sejak Sabtu, 9 Januari 2026, dengan fokus menjangkau desa-desa yang selama berbulan-bulan sulit diakses dan minim layanan kesehatan.

Melalui Tim Emergency Medical Team (EMT) dan Tim Psikososial, MDMC menjadikan Desa Alue Ie Mirah, Kecamatan Indra Makmu, sebagai pos sentral. Dari posko ini, pelayanan diberikan secara berkelanjutan, baik melalui pos layanan tetap maupun layanan kesehatan bergerak ke wilayah-wilayah terpencil.

Lebih dari 700 Warga Terlayani

Ketua Tim Medis MDMC, dr. M. Irfan Rizaldy, mengungkapkan bahwa respons masyarakat sangat positif. “Tercatat lebih dari 700 warga menerima layanan kesehatan dan pendampingan psikososial,” kata dr. Irfan dalam keterangan tertulis yang diterima pada Rabu, 14 Januari 2026.

Tim Medis MDMC yang bertugas di Aceh Timur berjumlah sembilan orang, terdiri atas tenaga kesehatan lintas keahlian untuk memastikan layanan komprehensif. “Tim ini didukung satu dokter spesialis kulit, dua dokter umum, empat perawat profesional, satu penata anestesi, serta dua apoteker. Seluruh personel berasal dari berbagai amal usaha dan institusi Muhammadiyah, seperti RS PKU Muhammadiyah Sleman, RS AMC, PKU Bantul, dan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, dengan masa tugas selama 15 hari,” jelas dr. Irfan.

  Pupuk Bersubsidi Langka di Aceh, Petani Terancam Gagal Panen Pascabanjir

Perjuangan Menembus Dusun Peulalu

Salah satu tantangan terberat yang dihadapi relawan MDMC adalah saat menembus Dusun Peulalu, Desa Blang Seunong, Kecamatan Pante Bidari. Wilayah ini masih tergolong terisolir hingga kini.

“Untuk mencapai Dusun Peulalu, tim harus menempuh perjalanan sekitar empat jam menggunakan kendaraan roda empat gardan ganda, dilanjutkan dengan motor trail, lalu berjalan kaki sekitar satu jam. Medannya berat, berlumpur, dan beberapa titik nyaris tidak bisa dilalui. Namun masyarakat di sana sangat membutuhkan layanan kesehatan,” tutur dr. Irfan.

Di dusun tersebut, sekitar 50 kepala keluarga masih bertahan di hunian darurat akibat rumah mereka rusak parah pascabencana. Selama lebih dari satu bulan, warga belum mendapatkan layanan medis yang memadai.

“Kehadiran MDMC menjadi harapan baru. Sebanyak 63 warga berhasil dilayani, termasuk penanganan kasus dehidrasi berat menggunakan infus, serta seorang lansia berusia lebih dari 100 tahun yang hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur,” imbuh dr. Irfan.

Pendampingan Psikososial untuk Pemulihan Mental

Selain layanan kesehatan fisik, relawan MDMC juga memberikan layanan psikososial untuk membantu pemulihan mental dan emosional masyarakat terdampak bencana. “Anak-anak, lansia, dan warga yang mengalami tekanan psikologis mendapat pendampingan agar kembali memiliki semangat dan ketahanan dalam menghadapi kondisi pascabencana,” kata dr. Irfan.

  NTB Diterjang 52 Bencana dalam Sebulan, Puluhan Ribu Warga Terdampak dan Dua Meninggal Dunia

Camat Indra Makmu, Irwansyah Panjaitan, menyampaikan apresiasi dan rasa haru atas kehadiran relawan MDMC di wilayahnya. “Kami sangat bersyukur dan terharu. Kehadiran MDMC benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di wilayah terisolir,” ujarnya.

Senada, Keuchik Desa Alue Ie Mirah, Romi Syahputra, mengucapkan terima kasih atas dedikasi MDMC yang telah menjadikan desanya sebagai pos sentral relawan. “Atas nama pemerintah desa dan seluruh warga, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Relawan MDMC hadir sebagai penolong sekaligus saudara di tengah musibah,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen keberlanjutan layanan, MDMC merencanakan pergantian tim medis pada 19 Januari 2026. Hal ini dilakukan agar pelayanan kesehatan dan psikososial dapat terus berjalan optimal hingga kondisi masyarakat terdampak benar-benar pulih. Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti nyata semangat gotong royong dan kepedulian yang menembus keterisolasian demi memastikan tidak ada warga yang tertinggal dari layanan dan harapan.

50% LikesVS
50% Dislikes