Martapura, Kalimantan Selatan, bersiap menyambut peringatan Haul ke-21 KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani, atau yang akrab disapa Abah Guru Sekumpul. Sosok ulama besar yang wafat pada 5 Rajab 1426 Hijriah ini, yang bertepatan dengan 28 Desember 2025, masih sangat membekas di hati para murid dan jemaahnya.

Ustaz Syaifulah Sahlan, seorang penceramah sekaligus murid langsung Abah Guru Sekumpul, menuturkan bahwa ajaran dan keteladanan gurunya tetap hidup dalam ingatan. Menurutnya, Abah Guru Sekumpul adalah figur yang sangat mengayomi murid dan jemaahnya, serta memiliki kemampuan menjelaskan ilmu agama dengan cara yang mudah dipahami, bahkan oleh masyarakat awam.

Keteladanan dalam Istiqamah dan Pengorbanan Ilmu

Salah satu sifat yang paling ditekankan Ustaz Syaifulah adalah keistiqamahan Abah Guru Sekumpul dalam mengajarkan ilmu. “Beliau istiqamah dalam mengajarkan ilmu. Bahkan ketika sakit sekalipun, pengajian tetap berjalan. Seolah-olah sakit yang beliau rasakan tidak ada, karena kecintaan beliau kepada ilmu dan murid-muridnya begitu besar,” ungkap Ustaz Syaifulah.

Sikap istiqamah ini, lanjutnya, menjadi teladan nyata. Abah Guru Sekumpul tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga mempraktikkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, menunjukkan dedikasi yang luar biasa terhadap ilmu dan umat.

  Lebih dari 500 Pendayung Adu Ketangkasan di Kejuaraan Dayung Nasional Politeknik PU Semarang

Sosok Amanah, Pemurah, dan Tawadhu

Abah Guru Sekumpul juga dikenang sebagai pribadi yang amanah, penyabar, pemaaf, dan sangat pemurah. Kesederhanaan adalah ciri khasnya, jauh dari kemewahan, yang menjadi inspirasi besar bagi para muridnya. “Beliau bukan hanya mengajarkan, tapi mencontohkan. Itulah yang membuat kami sebagai murid merasa benar-benar dididik,” kata Ustaz Syaifulah.

Pesan akhlak yang paling membekas adalah anjuran untuk menjadi pribadi yang pemurah dan tidak pemarah. “Pemurah dalam segala hal, bukan hanya harta, tapi juga sikap, senyum, dan sosial,” jelas Ustaz Syaifulah, menggambarkan luasnya makna kemurahan hati yang diajarkan gurunya.

Sifat tawadhu Abah Guru Sekumpul juga terlihat jelas dalam cara beliau memuliakan tamu. Siapa pun yang datang, tanpa memandang status sosial, selalu dilayani dengan penuh hormat. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, beliau sendiri yang menuangkan air minum untuk para jemaah. “Itu menunjukkan betapa tawadhu dan sederhananya beliau dalam memuliakan umat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,” tambah Ustaz Syaifulah.

Pentingnya Akhlak dan Perjuangan di Jalan Allah

Dalam mendidik murid-muridnya, Abah Guru Sekumpul sangat menekankan pentingnya akhlak. Beliau mengajarkan bahwa ilmu tidak akan bernilai tanpa akhlakul karimah, dan tujuan utama menuntut ilmu adalah untuk memperbaiki diri serta membentuk akhlak mulia.

  PKS Pastikan Bengkel Motor Gratis di Aceh Tamiang Berdampak Besar, Pulihkan Roda Kehidupan Warga Terdampak Banjir

Sementara itu, dalam berdakwah, pesan utama yang selalu ditekankan adalah kesungguhan dalam berjuang di jalan Allah, baik dengan diri maupun harta. Beliau kerap mengutip Surah At-Taubah ayat 41, yang menegaskan urgensi perjuangan dengan harta dan jiwa.

Warisan Cinta Rasulullah dan Amanah yang Terus Dijaga

Tidak mengherankan jika pelaksanaan Haul Abah Guru Sekumpul selalu dipadati jemaah dari berbagai daerah, bahkan dari luar Kalimantan dan mancanegara. Abah Guru Sekumpul juga dikenal berhasil menanamkan rasa cinta mendalam kepada Rasulullah melalui majelis-majelis shalawat dan pembacaan Maulid Al-Habsyi, yang kini terus diwariskan dan tersebar luas.

Amanah yang terus dijaga dan disampaikan kepada masyarakat, menurut Ustaz Syaifulah, adalah mencintai ilmu dan ulama, memuliakan para pewaris nabi, serta menjadi pribadi yang pemurah dan bermanfaat bagi sesama.

50% LikesVS
50% Dislikes