Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI Sakti Wahyu Trenggono secara resmi melepas ekspor produk teri nasi ke Jepang pada Sabtu (20/12). Pelepasan ekspor yang berlangsung di Kampus Universitas Diponegoro (Undip) Jepara ini menandai pengiriman lebih dari 7 ton teri nasi hasil inkubasi bisnis Undip.

Produk teri nasi tersebut merupakan hasil kerja sama Undip dengan mitra industri, CV Karimun Mina Sejahtera. Didampingi Rektor Undip Suharnomo serta disaksikan pimpinan universitas dan civitas akademika, Menteri Sakti Wahyu Trenggono menegaskan pentingnya pengembangan ekspor teri nasi sebagai bisnis yang berkelanjutan.

“Ini harus menjadi bisnis yang berkelanjutan karena permintaan akan terus meningkat. Perguruan tinggi seperti Undip harus mampu menjamin kuantitas, kualitas, dan ketepatan waktu pengiriman,” ujar Menteri Trenggono. Ia juga menekankan peran vital perguruan tinggi dalam riset dan konservasi. “Perguruan tinggi harus mampu melakukan hatchery, budi daya, serta riset keberlanjutan dan konservasi sumber daya laut,” tambahnya.

Rektor Undip Suharnomo menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan langkah konkret untuk menjaga keberlanjutan ekspor melalui kerja sama dengan Kanazawa University, Jepang, serta mitra industri. “UNDIP bersama mitra industri mendidik para tenant di Jepara dan memberdayakan nelayan agar mampu menghasilkan teri nasi dengan kualitas sesuai standar Jepang,” jelas Suharnomo.

  Polda Jateng Ungkap Jaringan Penipuan Mobil Rental Lintas Provinsi, Delapan Pelaku Diciduk

Ia menambahkan, Undip terus memperkuat proses bisnis dan standar produksi, dengan program keberlanjutan dan konservasi yang ditargetkan mulai berjalan awal 2026. “Pasar Jepang sangat besar, tetapi menuntut konsistensi kualitas dan keberlanjutan. Kami berharap kolaborasi dengan dunia industri dapat terus berjalan,” kata Rektor Undip.

Direktur Utama CV Karimun Mina Sejahtera, Dwi Lestari, mengungkapkan dampak sosial signifikan dari program inkubasi bisnis Undip. “Kami memiliki 52 karyawan dan seluruhnya perempuan. Sekitar 50 persen merupakan janda dan sebagian putus sekolah. Program ini sangat membantu peningkatan ekonomi keluarga,” ungkap Dwi Lestari.

Ekspor kali ini merupakan pengiriman keempat kalinya teri nasi ke Jepang, dengan pihak importir tidak membatasi kuota pengiriman. Kolaborasi ini memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendorong riset aplikatif dan bisnis perikanan berkelanjutan.

50% LikesVS
50% Dislikes