Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Komisi IX DPR RI terus mengintensifkan sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui asupan gizi yang tepat sejak dini.

Sosialisasi terbaru dilaksanakan di kantor Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara pada 3 Februari 2026. Acara tersebut dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI Muazzim Akbar, Tenaga Ahli Deputi Bidang Promosi dan Kerjasama Badan Gizi Nasional Teguh Supangardi, serta Camat Tanjung Masjudin Ashari.

MBG: Program Prioritas untuk Generasi Berkualitas

Dalam kesempatan tersebut, Muazzim Akbar menekankan urgensi program MBG dalam membentuk generasi berkualitas di masa depan. Ia menegaskan bahwa MBG merupakan inisiatif langsung dari Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang masih memiliki keterbatasan gizi.

“Pemimpin kita, Presiden Prabowo menjadikan MBG sebagai program prioritas bukan karena tujuan politis, tetapi benar-benar ikhlas untuk menciptakan negara yang kuat, berdaulat, sejahtera, dan terpandang di mata internasional. Dan semua itu dimulai dari peningkatan kualitas manusia, yang harus dimulai dari peningkatan kualitas kecerdasan anak bangsa,” ujar Muazzim.

  Rangkuman Berita NTB: Harga Emas Anjlok, Polisi Narkoba Banding, hingga Aksi Penghijauan Sembalun

Menurut Muazzim, struktur otak manusia sangat dipengaruhi oleh kebiasaan makanan sehari-hari. Pemahaman Presiden Prabowo akan hal ini menjadi alasan kuat mengapa MBG menjadi program prioritas untuk menyejahterakan jutaan rakyat Indonesia.

“Tujuan besar dari Program Makan Bergizi Gratis dari Badan Gizi Nasional yakni untuk meningkatkan gizi masyarakat Indonesia secara umum, dan secara khusus anak sekolah, ibu hamil, dan menyusui, dalam rangka menuju visi Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

Dampak Ekonomi Lokal dan Pemerataan Akses Gizi

Muazzim menjelaskan, visi Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud tanpa kecerdasan anak bangsa. Untuk melahirkan anak-anak cerdas, pemenuhan gizi seimbang saat usia sekolah sangat dibutuhkan, karena fisik yang kuat dan tubuh yang sehat sangat bergantung pada asupan gizi sejak kecil.

Di samping itu, program MBG juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat lokal. Hal ini karena bahan-bahan yang digunakan, seperti sayur-mayur, buah-buahan, ikan, daging, dan ayam, harus didapatkan dari masyarakat sekitar.

Dengan demikian, ketahanan pangan dan pemerataan akses gizi menjadi sangat penting agar anak-anak bangsa dapat memperoleh makanan bergizi tanpa terhalang status ekonomi. Ketimpangan gizi akibat kondisi ekonomi orang tua, yang dari dulu hingga kini berpengaruh pada kecerdasan siswa, merupakan hal yang tidak diinginkan oleh Presiden Prabowo.

50% LikesVS
50% Dislikes