MATARAM – Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatatkan total 44.436 kunjungan wisatawan ke pameran tetapnya sepanjang tahun 2025, terhitung dari Januari hingga Desember. Pencapaian ini dibarengi dengan lonjakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang melampaui target hingga 215,02 persen.
Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam, di Mataram pada Rabu (31/12/2025), mengungkapkan bahwa selain pameran tetap, pameran temporer dan pameran keliling juga menunjukkan angka kunjungan yang signifikan. “Pameran temporer dan pameran keliling mencatat angka kunjungan yang cukup signifikan,” ujarnya.
Beberapa pameran temporer yang berhasil menarik perhatian publik antara lain pameran “Lombok Sumbawa Museum of Civilization” yang digelar saat ajang MotoGP Mandalika 2025 dengan 1.605 pengunjung. Kemudian, pameran “Wastra Krea Alang” atau Jejak Tenun Sumbawa mencatatkan 1.428 pengunjung, pameran “Mahawira Natyeng Pertiwi” (Bali) menarik 1.021 pengunjung, serta pameran “Khasanah Ramadhan” yang dikunjungi sekitar 4.000 orang.
Nuralam menjelaskan bahwa capaian impresif ini merupakan buah dari strategi komprehensif. “Capaian ini merupakan hasil dari strategi penguatan program publik, peningkatan kolaborasi, serta optimalisasi museum sebagai ruang edukasi, rekreasi, dan interaksi budaya yang inklusif,” kata Nuralam.
Dari sisi finansial, Museum NTB menunjukkan peningkatan PAD yang konsisten selama tiga tahun terakhir. Pada tahun 2023, PAD mencapai 152,88 persen dari target, kemudian naik menjadi 208,18 persen pada tahun 2024, dan puncaknya di tahun 2025 dengan 215,02 persen dari target. “Peningkatan PAD pada dasarnya dipengaruhi oleh jangkauan kunjungan dan interaksi masyarakat,” terang Nuralam.
Total jangkauan kunjungan dan interaksi masyarakat, baik dari dalam maupun luar negeri, mencapai 1.592.333 orang pada tahun 2025. Angka ini terbagi menjadi 755.735 kunjungan langsung ke pameran tetap dan program publik museum, serta 836.598 interaksi melalui kanal digital Museum NTB.
Kunjungan langsung didominasi oleh partisipasi Museum NTB dalam pameran Islamic Art Biennale di Arab Saudi yang sukses menarik sekitar 700.000 pengunjung. Sementara itu, kunjungan ke pameran tetap yang diselenggarakan di Museum NTB sendiri mencapai 44.436 orang.
Menatap masa depan, Nuralam menegaskan komitmen museum untuk terus berinovasi. “Ke depan, kami terus mendorong inovasi program, memperluas kolaborasi, dan memperkuat transformasi digital agar museum dapat menjadi etalase budaya NTB,” pungkasnya.
