Rumah Sakit Bhayangkara Mataram, Nusa Tenggara Barat, merilis hasil otopsi jenazah perempuan berinisial YRA, korban pembunuhan oleh anak kandungnya berinisial BP. Otopsi mengungkap adanya luka tumpul pada bagian kepala korban dan patah tulang paha kiri atas, meskipun kondisi jasad ditemukan hangus terbakar.

Hasil Otopsi dan Identifikasi Korban

Kepala Urusan Dokter Polisi Rumah Sakit Bhayangkara Mataram, Ajun Komisaris Polisi I Nyoman Madiasa, dalam konferensi pers di Mataram pada Selasa (27/1/2026), menjelaskan temuan tim forensik. “Hasil pemeriksaan, diketahui berjenis kelamin perempuan ditandai dengan ditemukan pakaian bra, dalaman jilbab, kemudian sisa karet celana dalam,” kata AKP I Nyoman Madiasa.

Selain itu, tim dokter forensik juga menemukan perhiasan kalung berwarna kuning keemasan dengan mata liontin berbentuk hati yang menempel pada jasad korban. Terkait kondisi fisik, Madiasa menambahkan, “Untuk kondisi fisik, ditemukan patah pada paha kiri atas dan juga terdapat bekas kekerasan benda tumpul pada bagian kepala depan, belakang, dan sisi samping kiri.”

Meskipun demikian, Madiasa mengakui bahwa kondisi jenazah yang hangus terbakar menyulitkan proses identifikasi lebih lanjut. “Memang dari pemeriksaan tidak banyak petunjuk karena kondisi jenazah sudah hangus terbakar. Jadi, hasil otopsi tersebut yang kami sampaikan ke penyidik,” ujarnya, menjelaskan bahwa waktu dan penyebab kematian tidak dapat teridentifikasi secara pasti.

Penangkapan Pelaku dan Bukti DNA

Identifikasi jenazah YRA berhasil dilakukan setelah Tim Puma Polda NTB menangkap BP, anak kandung korban, pada Senin (26/1). Dari penangkapan tersebut, polisi menemukan bercak darah di bagasi mobil yang diduga digunakan pelaku untuk membawa jenazah ibunya ke lokasi penemuan.

Bercak darah tersebut kemudian dicocokkan DNA-nya dengan jenazah YRA oleh dokter forensik. Upaya pencocokan DNA juga dilakukan melalui gigi korban untuk memastikan identitas.

Jenazah YRA pertama kali ditemukan oleh warga dalam keadaan hangus terbakar di pinggir jalan wilayah Batu Leong, Kabupaten Lombok Barat, pada Minggu sore (25/1). Warga segera melaporkan temuan tersebut kepada Polsek Sekotong, yang kemudian mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk proses otopsi.